Ahli Gizi Bongkar Menu Asli MBG di Pamekasan: Bukan Cuma Lele Mentah, Ada Pizza hingga Buah Naga
jonisetiawan March 11, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral karena memperlihatkan ikan lele mentah di dalam kotak makanan akhirnya mendapat penjelasan dari pihak penyedia.

Seorang ahli gizi yang terlibat dalam penyusunan menu tersebut mengungkap bahwa paket makanan yang didistribusikan sebenarnya tidak hanya berisi lele mentah seperti yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial.

Menurut penjelasan pihak penyelenggara, menu yang disiapkan sebenarnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi seimbang bagi para siswa.

Namun, potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian isi paket makanan, sehingga menimbulkan kesan bahwa menu MBG hanya terdiri dari lele mentah dan tempe.

Di tengah polemik tersebut, pihak penyedia makanan memastikan akan melakukan evaluasi sekaligus mengganti seluruh paket MBG yang sebelumnya ditolak oleh pihak sekolah.

Baca juga: Akhirnya Minta Maaf! SPPG Akui Lalai Usai Skandal Lele Mentah di Pamekasan, Janji Ganti Ribuan Porsi

SPPG Minta Maaf atas Menu yang Ditolak Sekolah

Penolakan menu MBG yang terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan akan ditindaklanjuti oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman dengan mengganti paket makanan yang sebelumnya dikembalikan.

Kepala SPPG As-Salman, Moh Ainur Rusli, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa menu yang didistribusikan telah membuat pihak sekolah merasa tidak nyaman.

"Kami atas nama dapur SPPG As-Salman meminta maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Ainur, Selasa (10/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain itu, SPPG berkomitmen mengganti 1.022 paket MBG yang sebelumnya dikembalikan oleh pihak sekolah. Paket tersebut merupakan jatah makanan siswa untuk hari Senin hingga Rabu.

DRAMA MENU MBG - Kepala SPPG As-Salman Moh Ainur Rusli (tengah) didampingi ahli gizi dan tenaga akuntan melakukan klarifikasi menu MBG yang ditolak sekolah, Selasa (10/3/2026). (KOMPAS.com/Fathor Rahman)

Ahli Gizi Ungkap Komposisi Menu Sebenarnya

Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman, Fikri Mutawakkil, menjelaskan bahwa paket MBG yang didistribusikan pada hari Senin sebenarnya telah disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi.

Ia mengatakan menu tersebut tidak hanya berisi lele dan tempe seperti yang terlihat dalam video yang viral.

"Kebetulan yang menyebar hanya video lele dan tempe saja. Padahal, kami juga mendistribusikan makanan lainnya secara bersamaan," ujar Fikri.

Menurutnya, selain ikan lele dan tempe ungkep, paket makanan MBG juga dilengkapi dengan roti pizza, dua butir telur rebus, satu kemasan susu full cream, serta satu buah naga.

Menu tersebut, kata dia, dirancang untuk memastikan para siswa tetap mendapatkan asupan protein serta nutrisi yang cukup dalam program MBG.

Baca juga: Kepala BGN Tindak Tegas SPPG Pamekasan Usai Viral Menu Lele Mentah, Operasional Dihentikan Total

Menu Disusun Sesuai Anggaran Program

Fikri juga menjelaskan bahwa komposisi makanan yang dibagikan telah disesuaikan dengan anggaran program MBG yang tersedia, yakni Rp30.000 untuk kebutuhan tiga hari.

Rinciannya antara lain satu ekor lele senilai Rp5.000, dua potong tahu ungkep Rp2.000, dua potong tempe ungkep Rp2.000, roti pizza Rp4.000, susu full cream Rp3.500, dua butir telur Rp5.000, serta buah naga sekitar Rp8.500 per buah.

Dengan komposisi tersebut, menurutnya, paket makanan MBG sebenarnya telah memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan siswa.

Sekolah Tegaskan Penolakan Demi Perbaikan

Sebelumnya, sebanyak 1.022 paket MBG tidak sempat dibagikan kepada para siswa karena pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikannya kepada penyedia makanan.

Pihak SMA Negeri 2 Pamekasan menilai bau amis dari ikan lele mentah berpotensi menimbulkan masalah jika makanan tersebut tidak dikonsumsi oleh siswa.

Kepala sekolah, Moh Arifin, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan bagian dari upaya evaluasi agar kualitas makanan dapat diperbaiki.

"Penolakan kami bukan dalam rangka hal negatif. Tapi sebagai mitra kami lebih pada evaluasi agar lebih baik ke depan," katanya.

Ia juga berharap kerja sama antara sekolah dan SPPG Yayasan As-Salman dapat terus berjalan lebih baik di masa mendatang, sehingga program MBG benar-benar dapat dinikmati dengan aman dan nyaman oleh para siswa.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.