TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pengelola Terminal Dungingi mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Sejumlah langkah dilakukan guna memastikan perjalanan penumpang berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Dungingi, Ridwan Usman Alipu, mengatakan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram check telah dilaksanakan sejak awal Maret 2026.
Menurutnya, pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh armada bus yang akan mengangkut penumpang dalam kondisi layak jalan saat memasuki periode mudik.
Baca juga: 531 Personel TNI AD Tiba di Boalemo Gorontalo, Disambut Langsung Bupati Rum Pagau
“Kami sudah mulai melakukan ram check sejak awal Maret dan pemeriksaannya dijadwalkan berlangsung sampai 14 Maret,” ujar Ridwan, Selasa (10/3/2026).
Selain pemeriksaan kendaraan, pihak terminal juga akan membuka posko mudik terpadu yang melibatkan sejumlah instansi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik.
Posko tersebut direncanakan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, seperti kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, serta instansi dari Dinas Perhubungan.
Ridwan menjelaskan posko ini akan berfungsi sebagai pusat pelayanan sekaligus membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik berlangsung.
Untuk melayani perjalanan penumpang, terminal menyiapkan sekitar 50 hingga 60 unit bus yang melayani sejumlah rute utama dari Gorontalo menuju wilayah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
Adapun tarif perjalanan yang berlaku hingga saat ini masih menggunakan tarif dasar tanpa kenaikan harga.
Beberapa tarif yang berlaku antara lain:
Ridwan menambahkan seluruh armada yang beroperasi merupakan bus reguler yang biasa melayani rute antarkota tersebut, tanpa penambahan armada khusus selama musim mudik.
Ia juga menjelaskan pola pergerakan penumpang biasanya berbeda antara arus mudik dan arus balik.
Menjelang Lebaran, banyak penumpang dari luar daerah yang datang ke Gorontalo, sedangkan saat arus balik justru banyak penumpang yang berangkat keluar daerah.
Baca juga: Kadis Dikbud Gorontalo Abdul Waris Bicara Restorasi Pendidikan, Perkuat Sistem hingga Karakter Siswa
Meski demikian, pihak terminal tetap memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-1 Lebaran.
Untuk memastikan keselamatan perjalanan, pemeriksaan kendaraan juga akan kembali dilakukan mendekati waktu keberangkatan.
“Ram check juga dilakukan pada H-1 keberangkatan, sehingga jika ditemukan kekurangan pada kendaraan masih ada waktu untuk diperbaiki,” jelas Ridwan.
Selain menyiapkan armada, pengelola terminal juga melakukan pembenahan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Beberapa area terminal telah diperbaiki, termasuk perluasan ruang di depan area perusahaan otobus serta penataan tempat tunggu penumpang di bagian belakang terminal.
Ridwan memastikan fasilitas pendukung lainnya juga terus dirawat secara rutin, seperti kebersihan toilet, jaringan listrik, serta penerangan di area terminal.
Meski demikian, pihak terminal mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang sering muncul saat musim mudik, salah satunya adalah jaringan internet yang terkadang melambat.
Selain itu, keterbatasan jumlah personel juga menjadi tantangan ketika banyak penumpang membutuhkan bantuan untuk menemukan fasilitas yang ada di dalam terminal.
Untuk mengatasi hal tersebut, penumpang diimbau memanfaatkan pusat informasi yang tersedia di area terminal.
Melalui layanan tersebut, petugas akan membantu memberikan informasi maupun arahan kepada penumpang selama berada di terminal. (*)