TRIBUNNEWSMAKER.COM - Debat panas antara pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dan akademisi sekaligus mantan diplomat Ikrar Nusa Bhakti menjadi sorotan publik.
Perdebatan tersebut terjadi dalam program talk show Rakyat Bersuara yang tayang di iNews dan dipandu jurnalis Aiman Witjaksono.
Diskusi yang membahas konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran itu mendadak memanas.
Perdebatan bahkan menyinggung peran Amerika Serikat dalam sejarah Indonesia.
Abu Janda secara terang-terangan melihat sisi lain dari Amerika Serikat yang dianggap pernah membantu Indonesia.
Sedangkan Prof Ikrar Nusa Bhakti menganggap Amerika Serikat bukan negara baik.
Situasi semakin tegang ketika Abu Janda melontarkan kata-kata kasar kepada pakar hukum tata negara Feri Amsari serta Prof. Ikrar Nusa Bhakti.
Baca juga: Unggahan Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Duta Persahabatan Singgung soal Kesedihan Mendalam
Prof. Ikrar Nusa Bhakti diketahui pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia periode 2017–2021.
Melihat suasana yang tidak kondusif, Aiman Witjaksono selaku moderator akhirnya mengambil tindakan tegas dengan meminta Abu Janda keluar dari forum diskusi.
"Engga boleh, engga boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar.. Keluar...." terak Aiman dengan lantang.
Insiden tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Namun di balik kontroversi itu, sosok Abu Janda sendiri masih belum banyak diketahui publik.
Dikutip dari Kompas.com (11/3/2026) Permadi Arya yang dikenal luas dengan nama Abu Janda memiliki nama asli Heddy Setya Permadi.
Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.
Dalam hal pendidikan, Abu Janda sempat menempuh studi Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura pada April 1997.
Baca juga: Sosok Sabrina Farhana Istri Aditya Founder Nussa Rara, Terseret Isu Selingkuh, Tutup Kolom Komentar
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton, Inggris, pada tahun 1999.
Sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial, Abu Janda memiliki pengalaman karier yang cukup panjang di dunia profesional.
Anak dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin itu pernah bekerja di sejumlah perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga industri tambang batu bara dalam rentang waktu 1999 hingga 2015.
Namanya mulai dikenal luas sejak aktif sebagai pegiat media sosial sekitar tahun 2015.
Sejak saat itu, ia kerap menyuarakan pandangan politik dan sosial yang memicu berbagai perdebatan di ruang publik.
Pada tahun 2018, Abu Janda bergabung sebagai influencer dalam tim sukses Joko Widodo pada ajang Pemilihan Presiden Indonesia 2019.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2023, Permadi Arya menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto yang saat itu telah dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024.
Ia pun bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh lain, seperti Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Seiring aktivitasnya di media sosial dan dunia politik, sosok Abu Janda kerap menjadi figur yang memicu perdebatan di ruang publik, baik karena pernyataan maupun pandangannya terhadap berbagai isu nasional dan internasional.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)