Ramp Check di Banyuwangi, Satu Bus Jepara-Denpasar Ditilang karena Kaca Pecah
Haorrahman March 11, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, otoritas gabungan di Banyuwangi melakukan ramp check, yang digelar di Terminal Sritanjung, Rabu (11/3/2026). Dalam ramp check kali ini, petugas menilang satu armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) karena kacanya pecah.

Pengecekan yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur dan Satlantas Polresta Banyuwangi ini menyasar enam unit bus besar untuk memastikan standar keselamatan penumpang terpenuhi.

Baca juga: Ratusan Warga Sapeken Mudik Lebih Awal dari Tanjung Wangi Banyuwangi, Ini Jadwalnya

Temuan Pelanggaran

Dari enam bus yang diperiksa, secara umum armada dinyatakan laik jalan. Namun, petugas menilang satu bus jurusan Jepara-Denpasar, karena beroperasi dengan kondisi kaca depan pecah tepat di area pandang pengemudi.

Kasi Dalops UPTP3 LLAJ Banyuwangi, Bambang Hermanto, mengatakan kerusakan tersebut bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman keselamatan yang fatal.

"Kaca yang pecah tepat di hadapan sopir dikhawatirkan menghalangi pandangan dan membahayakan dalam kondisi cuaca tertentu atau kecepatan tinggi. Oleh karena itu, tindakan tegas berupa tilang diambil," jelas Bambang.

Baca juga: Stok Daging Sapi Banyuwangi Aman Jelang Lebaran Meski Permintaan Naik Dua Kali Lipat

Selain fisik kendaraan, petugas juga memeriksa aspek administrasi dan komponen vital lainnya, meliputi:

  1. Sistem Pengereman: Memastikan fungsi rem utama dan rem parkir optimal.
  2. Kondisi Ban: Mengecek kedalaman alur ban untuk mencegah selip.
  3. Lampu Kendaraan: Memastikan sistem penerangan dan lampu isyarat berfungsi normal.
  4. Dokumen Resmi: Pemeriksaan STNK, SIM pengemudi, serta masa berlaku uji KIR.

Baca juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah dan Tumbangkan Belasan Pohon di Banyuwangi

Antisipasi Lonjakan

Kegiatan ramp check ini akan digelar secara acak dan lebih rutin mendekati periode angkutan Lebaran. Tujuannya adalah menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kegagalan teknis kendaraan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfiyan, turut mengimbau adanya interaksi positif antara kru bus dan penumpang. "Kami meminta penumpang berani mengingatkan sopir jika terlihat mengantuk atau ugal-ugalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama agar semua sampai di tujuan dengan selamat," ujarnya.

Peningkatan pengawasan ini bertepatan dengan mulai ramainya arus penumpang. Menurut kesaksian kru bus di lapangan, kepadatan penumpang mulai meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, didominasi oleh santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Situbondo yang hendak pulang ke Bali.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.