Bupati Lombok Timur Ungkap Pemdes Berperan Dalam Penentuan Penerima Bansos
Wahyu Widiyantoro March 11, 2026 08:04 PM

Laporan Wartawan Tribun Lombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan bahwa penerima bantuan telah melalui proses verifikasi data yang akurat, dengan penentuan desil sepenuhnya diusulkan oleh pemerintah desa setempat.

"Penentuan desil itu diusulkan oleh kepala desa (kades), jadi sasaran kita sudah jelas yang sudah kita berikan karena data penerima sudah ada," kata Iron sapan akrabnya saat ditemui pada Rabu (11/3/2026).

Iron menjelaskan bahwa bantuan sembako yang disalurkan menjelang lebaran ini difokuskan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1, 2, dan seterusnya berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca juga: FKKD Lombok Timur Nilai Bansos Pemda Rp30 Miliar Tidak Bisa Hanya Menyasar Para Penerima PKH

"Yang dapat ini desil 1, 2 dan seterusnya, hingga masyarakat yang cocok dapat sembako itu. Jadi bantuan ini kita berikan kepada masyarakat miskin ekstrem dan miskin, sesuai batas yang bisa diperoleh masyarakat kita," tambahnya.

Iron menyebut anggaran yang digelontorkan sebesar Rp30 miliar untuk program bantuan sembako 2026. 

Dana tersebut akan didistribusikan dalam bentuk paket sembako kepada 198.776 warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat.

"Semoga tahun depan tidak turun ya, semoga bertahan lah nilai itu. Tahun ini kita hanya bisa menyediakan sekitar Rp30 miliar, untuk tahun depan kita lihat lagi kemampuan anggarannya. Mudah-mudahan tidak turun, bahkan bisa bertahan atau meningkat," ujar Iron.

Terkait adanya kritik di masyarakat yang menilai program bantuan sembako berpotensi menumbuhkan mental pengemis, Iron menanggapinya dengan santai. 

Ia menganggap kritik tersebut sebagai hal yang biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Boleh saja orang ngomong begitu, tapi pemberian ini mempunyai momen. Seperti bulan ini wajar kita memberikan masyarakat yang lagi ibadah," jelasnya.

Iron menegaskan bahwa distribusi bantuan sembako yang dimulai hari ini harus segera diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan dan persiapan lebaran.

"Program Bansos sembako ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk tetap hadir membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, khususnya di tengah penyesuaian fiskal yang membatasi kemampuan anggaran daerah," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.