TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyeberangan Kariangau Lebaran tahun ini diperkuat dengan peningkatan operasional kapal feri untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Manajemen Pelabuhan Penyeberangan Kariangau Balikpapan meningkatkan operasional penyeberangan dengan melakukan 7 hingga 8 trip pelayaran setiap hari selama periode libur Lebaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat yang akan menyeberang dari Balikpapan menuju wilayah Penajam Paser Utara dan wilayah lainnya di Kalimantan Timur tetap berjalan lancar.
Layanan penyeberangan ini juga didukung dengan 12 unit armada kapal feri yang dioptimalkan untuk melayani lintasan penyeberangan selama periode mudik Lebaran.
Dengan peningkatan jumlah perjalanan kapal setiap hari, diharapkan antrean kendaraan di pelabuhan dapat ditekan sehingga arus kendaraan menuju wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap terkendali.
Baca juga: Pemkot Balikpapan Sidak Parcel Jelang Lebaran, Temukan Produk Tanpa Izin di Sejumlah Toko
Kendaraan Pribadi dan BBM Diprioritaskan
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Karolus Makin, menjelaskan bahwa selama periode mudik kali ini pelayanan penyeberangan akan memprioritaskan kendaraan tertentu.
Menurutnya, kendaraan pribadi milik pemudik serta kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menjadi prioritas utama dalam layanan penyeberangan.
“Jumlah kendaraan yang dimuat merupakan kendaraan campuran. Penentuannya dilakukan saat proses pemuatan dengan memperhatikan ukuran kendaraan dan stabilitas kapal,” jelas Karolus, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan bahwa kapasitas kendaraan yang dapat dimuat dalam setiap pelayaran tetap bersifat fleksibel.
Hal tersebut disesuaikan dengan jenis kendaraan yang masuk ke kapal serta mempertimbangkan faktor keselamatan dan stabilitas kapal selama perjalanan di perairan Teluk Balikpapan.
Baca juga: Kejari Balikpapan Tetapkan Direktur PT BSP jadi Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Rp24 Miliar
Selain menambah frekuensi pelayaran, pihak pelabuhan juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan selama arus mudik Lebaran.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan loket khusus kendaraan di area pelabuhan.
Langkah ini bertujuan mempercepat proses antrean kendaraan serta memperlancar arus keluar masuk kendaraan menuju area dermaga.
Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, diharapkan waktu tunggu kendaraan dapat ditekan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien.
Tidak Ada Pembatasan Kendaraan
Hingga saat ini, Karolus menyebutkan bahwa belum ada kebijakan pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas melalui penyeberangan Kariangau selama periode mudik Lebaran.
Baca juga: Disnaker Balikpapan Siapkan Posko THR Lebaran 2026, Pekerja Bisa Laporkan Perusahaan yang Tak Bayar
Meski demikian, pengaturan layanan tetap akan difokuskan pada kendaraan yang memiliki tingkat urgensi tinggi.
“Namun demikian, pelayanan akan tetap difokuskan pada kendaraan pribadi pemudik serta kendaraan pengangkut BBM yang menuju wilayah Penajam,” tutup Karolus.
Pelabuhan Kariangau sendiri merupakan salah satu jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, sekaligus menjadi jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.
Dengan peningkatan operasional kapal feri tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran di wilayah Balikpapan dan sekitarnya dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan tertib. (*)