Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyerahkan secara resmi fasilitas air bersih dari Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) tahun 2025 kepada empat desa.
Adapun kegiatan Pamsimas 2025 ini menyasar empat desa prioritas, yaitu Desa Kotaraja, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Kalijaga Tengah, dan Desa Bagik Payung Timur.
Iron sapaan akrab Haerul Warisan, menilai momentum Ramadan merupakan saat yang tepat untuk merealisasikan serah terima fasilitas air bersih sebagai wujud nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Menurut Iron perluasan akses air bersih di perdesaan merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Kami berharap masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan merawat aset ini secara mandiri. Fasilitas ini dibangun dengan anggaran negara, sehingga harus bisa berfungsi optimal dalam jangka waktu yang panjang dan menjadi solusi permanen bagi kebutuhan air bersih," kata Iron pada Rabu (11/3/2026).
Baca juga: SPAM Pantai Selatan di Lombok Timur Senilai Rp120 Miliar Resmi Beroperasi
Iron memberikan perhatian khusus kepada para kepala desa agar tidak hanya berbangga saat menerima bantuan, namun kemudian abai dalam pemeliharaan.
Ia mengingatkan bahwa biaya perbaikan di masa depan akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya perawatan rutin yang dilakukan sejak awal.
Iron juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pengelolaan Pamsimas meskipun terjadi pergantian kepemimpinan desa atau pelaksanaan Pilkades.
"Untuk menjamin kontinuitas pasokan air bersih, kami memerintahkan agar setiap desa segera membentuk struktur kepengurusan yang independen serta menetapkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur kontribusi biaya pemeliharaan," ucap Iron.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah tengah merencanakan optimalisasi layanan agar target 7.000 sambungan rumah (SR) dapat segera terpenuhi tanpa terkendala penurunan debit air saat musim kemarau.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ekosistem air, baik di wilayah hulu maupun hilir, demi menjamin ketersediaan pasokan air jangka panjang," terangnya.
Mengingat kompleksitas pengelolaan air minum, Iron meminta masyarakat untuk bersabar jika terjadi gangguan aliran air.
"Kami mengingatkan PDAM agar selalu proaktif memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan," pungkasnya.
Jaringan Sepanjang 10,7 Kilometer
Terpisah Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, melaporkan bahwa pelaksanaan Pamsimas 2025 di empat desa merupakan hasil kerja keras masyarakat yang didampingi fasilitator sejak tahap perencanaan di awal tahun hingga penyelesaian fisik pada Desember 2025.
"Adapun aset yang diserahkan meliputi dua unit sumur bor, tower air, dan 416 sambungan rumah dengan jaringan pipa sepanjang 10,7 kilometer. Selain itu, progres signifikan juga dilaporkan terjadi pada SPAM Pantai Selatan," ujar Dewanto.
Kasi Pelaksana Wilayah II Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB, Eko Prabowo, memberikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan infrastruktur air bersih di NTB, termasuk di Kabupaten Lombok Timur.
Meskipun masih terdapat kekurangan yang perlu dikejar, sinergi dengan PDAM dinilai menjadi kunci utama dalam penyempurnaan layanan.
Eko menekankan pentingnya aspek keberlanjutan, di mana seluruh aset yang telah terbangun kini dititipkan kepada para stakeholder dan PDAM sebagai operator resmi.
"Keberfungsian dan kemanfaatan aset-aset ini menjadi barometer utama bagi Pemerintah Pusat dalam memberikan alokasi anggaran atau usulan program baru dari APBN di masa mendatang," tegas Eko.
(*)