25 Ruas Jalan Rusak Dan Berlubang di Sidoarjo Dikebut Perbaikan Jelang Lebaran
Wiwit Purwanto March 11, 2026 09:32 PM

 

SURYA.co.id SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berusaha terus memacu perbaikan jalan rusak.

Kali ini yang sedang menjadi pekerjaan serius adalah perbaikan jalan di 25 ruas strategis di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo. 

Genjot Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK).

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) bersama para camat diminta untuk bersinergi di lapangan melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK).

"Kami memang meminta PUBMSDA bersama camat memaksimalkan sisa waktu sebelum Lebaran untuk menuntaskan perbaikan 25 ruas jalan. Jangan sampai ada jalan berlubang yang dibiarkan terlalu lama karena membahayakan pengguna jalan," ujar Bupati Sidoarjo Subandi, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa Hingga Malam Hari di Pemkab Sidoarjo, Tuntut Percepatan Perbaikan Jalan Rusak 

Selain penanganan darurat atau tambal sulam jalan rusak, Pemkab Sidoarjo juga sedang menyusun rencana induk (master plan) perbaikan jalan yang diproyeksikan mulai berjalan penuh pada 2027.

 Dalam pemetaan ini, Pemkab memanfaatkan teknologi drone untuk menganalisis struktur jalan dan beban kendaraan secara presisi.

Subandi menegaskan bahwa ke depan, penanganan jalan tidak lagi bersifat temporer. "Jika master plan sudah berjalan, tidak ada lagi sekadar tambal sulam. Jalan yang diperbaiki harus memiliki durabilitas tinggi agar tidak cepat rusak kembali," imbuhnya.

Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Moh. Mahmud, menambahkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pihaknya telah mengusulkan program betonisasi dengan alokasi APBD mencapai Rp 90 miliar.

Baca juga: Sidoarjo Resmi Tukar Status Jalan Gajah Mada, Siap Jadi Pusat Kuliner Baru

Langkah betonisasi dipilih untuk ruas-ruas jalan dengan beban kendaraan berat dan tingkat kerusakan tinggi.

Beberapa ruas yang masuk dalam daftar prioritas antara lain jalan Krian (RPH) – Kemangsen, ruas Gedangan – Betro, Blurukidul (Lingkar Timur) – Sidoklumpuk, Ngaban – Kedungbanteng (depan SMPN 2 Tanggulangin). 

Mahmud menjelaskan, proyek betonisasi ini akan diintegrasikan dengan pembenahan drainase menggunakan saluran U-Ditch.

Hal ini bertujuan mencegah genangan air di badan jalan yang selama ini menjadi pemicu utama kerusakan aspal.

"Harapannya, integrasi betonisasi dan drainase ini memberikan dampak jangka panjang bagi mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi daerah di Sidoarjo," ujarnya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.