TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dipangkas jika tak berkaitan dengan makanan.
Hal tersebut dipastikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia mengungkapkan bahwa anggaran MBG harus diberlakukan dengan produktif dan berkaitan dengan produksi makanan.
Sehingga, menurutnya jika tak produktif maka akan dipangkas.
Dikutip dari Grid.id, Purbaya ingin fokus agar defisit tetap aman.
MBG adalah program prioritas dari pemerintah.
Sehingga, saat ini pemerintah sedang melakukan berbagai penyesuaian fiskal yang berfokus pada efisiensi.
Baca juga: Harga Telur di Kendari Naik Jelang Lebaran 2026, Pedagang Sebut Stok Berkurang Dampak Program MBG
Efisiensi yang dilakukan fokus pada pembiayaan yang hanya berhubungan pada produksi makanan MBG.
Namun, untuk hal-hal yang berkaitan di luar MBG, akan dipangkas dan tak dianggarkan..
Sehingga, anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan utama, yaitu penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.
"MBG enggak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Itu bagaimana? Kita lihat saja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret.
(Kebutuhan) yang enggak perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan," ujar Purbaya, dikutip dari Kompas.com.
Anggaran Diperuntukkan Kebutuhan Utama Program MBG.
Purbaya mengungkapkan pemerintah pun memastikan bahwa dana yang dikeluarkan negara harus sesuai dengan tujuan program tersebut.
Sehingga, usuluan pengadaan dari program MBG tersebut sesuai pada porsinya.
Purbaya bakal memangkas pengadaan barang yang berulang, seperti komputer hingga motor atau akomodasi lainnya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program tanpa harus mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.
Menkeu Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tetap akan berhati-hati dalam mengelola keuangan negara. Hal ini dimaksudkan agar defisit anggaran tidak melampaui batas yang telah ditetapkan oleh undang-undang.
Dilansir dari Serambinews, saat ini batas maksimal defisit ditetapkan sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Guna menjaga batas tersebut, pemerintah akan melakukan penyesuaian pada perbelanjaan negara.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah dengan melakukan efisiensi pada beberapa komponen pengeluaran. Termasuk pengeluaran pendukung dalam program MBG.
Kini Menkeu Purbaya akan pangkas anggaran MBG yang tidak produktif. Sang menteri ingin fokus agar defisit tetap aman sehingga ia akan mencoret perbelanjaan untuk hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan penyediaan makanan dalam program tersebut. (*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)(Grid.id)