Buntut ODGJ Mengamuk dalam Bus Trans Banjarbakula, Dishub Kalsel Bakal Tambah Petugas Pendamping
Budi Arif Rahman Hakim March 11, 2026 11:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aksi seorang perempuan yang mengamuk di dalam bus Trans Banjarbakula viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) saat bus hendak tiba di Terminal Gambut Barakat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Dalam video yang beredar, perempuan itu terlihat marah-marah kepada penumpang lain. Ia diduga kesal karena tidak dipinjamkan ponsel oleh salah seorang penumpang.

Belakangan, perempuan tersebut diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sejumlah narasi di media sosial juga menyebutkan bahwa ia kerap terlihat membuat keributan di wilayah sekitar.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Fitri Hernadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, pengemudi bus saat itu tidak dapat langsung menurunkan penumpang yang bersangkutan di sembarang tempat.

Hal ini karena sistem operasional Trans Banjarbakula mengharuskan penurunan penumpang dilakukan di halte atau titik pemberhentian resmi.

Baca juga: Perkelahian Maut di Desa Baluti Bikin Geger, Polres HSS Amankan Terduga Pelaku

“Pengemudi tidak bisa berhenti sembarangan. Kalau penumpang normal mungkin bisa langsung turun ketika diminta, tetapi dalam kondisi seperti ini harus menunggu sampai di terminal agar petugas bisa membantu menanganinya,” jelasnya kepada BPost, Rabu (11/3/2026).

Terkait bagaimana perempuan tersebut bisa naik ke dalam bus, pihaknya masih melakukan penelusuran, termasuk memastikan apakah yang bersangkutan menggunakan kartu pembayaran atau tidak.

Fitri mengakui, saat ini pengawasan terhadap penumpang di dalam bus masih terbatas karena hanya ada pengemudi yang bertugas.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dinas Perhubungan Kalsel berencana menambah petugas pendamping di dalam bus Trans Banjarbakula.

Rencana tersebut muncul setelah adanya rekomendasi dalam rapat exit meeting pengawasan proyek strategis Provinsi Kalimantan Selatan oleh Kejaksaan Tinggi Kalsel.

“Nantinya seperti pramugara di pesawat. Pengemudi fokus sebagai pramudi untuk keselamatan dan mengemudi, sementara petugas pendamping memberikan pelayanan kepada penumpang,” jelasnya.

Petugas tersebut juga akan membantu penumpang prioritas, memberikan petunjuk bagi pengguna baru, serta menangani situasi yang tidak dapat ditangani langsung oleh pengemudi.

Namun rencana tersebut diperkirakan baru dapat direalisasikan pada akhir 2026 atau awal 2027. Sebab, saat ini kontrak kerja sama dengan pihak ketiga hanya mencakup tenaga pengemudi.

Ke depan, Dishub Kalsel mempertimbangkan mengalihkan sebagian pengemudi cadangan menjadi petugas pendamping di dalam bus.

“Petugas ini tentu harus memiliki kriteria yang berbeda dengan pengemudi. Harus ramah dan mampu memberikan pelayanan kepada penumpang,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan petugas pendamping nantinya hanya ditempatkan pada koridor tertentu yang dinilai padat serta pada jam-jam sibuk, seperti pukul 06.00 hingga 08.00 Wita dan saat jam pulang kerja maupun sekolah.

“Jadi nanti satu pengemudi dan satu petugas pendamping, seperti kernet istilah dulu, tetapi terbatas pada koridor padat dan jam puncak,” pungkasnya. 


Armada Khusus Perempuan Disiapkan


Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan mewacanakan penyediaan bus khusus perempuan pada layanan Trans Banjarbakula.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pengarusutamaan gender sekaligus meningkatkan rasa aman bagi penumpang perempuan di transportasi publik.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi mengatakan, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan yang lebih baik bagi perempuan, terutama pada malam hari maupun saat jam-jam sibuk.

Menurutnya, selama ini pihaknya mengamati bahwa sebagian besar pengguna Trans Banjarbakula berasal dari kalangan perempuan, baik pelajar maupun pekerja.

“Penumpang paling banyak memang dari kalangan perempuan, baik yang bekerja maupun sekolah,” ujarnya kepada BPost, Rabu (11/3/2026).

Di sisi lain, Dishub Kalsel juga menerima laporan mengenai perilaku tidak menyenangkan yang dialami penumpang perempuan di dalam bus.

Fitri menuturkan, pihaknya mendapat kabar adanya aksi catcalling (pelecehan verbal) yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki terhadap seorang penumpang perempuan.

Baca juga: Waspada, Nama Bupati HSS Dicatut Penipu di FB dan WA, Modus Janjikan Hibah

“Ada kabar yang kami terima, misalnya ada sekitar empat sampai lima laki-laki yang melakukan catcalling kepada satu perempuan. Mereka menggodai lalu tertawa. Tentu ada yang merasa tidak nyaman diperlakukan seperti itu,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kenyamanan penumpang perempuan di transportasi umum.

Untuk memastikan kebutuhan layanan tersebut, Dishub Kalsel berencana melakukan survei setelah Lebaran guna memetakan jam-jam yang dinilai memerlukan angkutan khusus bagi perempuan.

“Kita akan survei dulu setelah Lebaran, melihat pada jam-jam apa saja yang memerlukan angkutan khusus perempuan,” jelasnya.

Jika mendapat persetujuan dari Gubernur Kalimantan Selatan untuk menambah armada, Dishub Kalsel akan menyiapkan bus baru. Namun apabila penambahan armada belum memungkinkan, sebagian bus yang sudah ada akan dialihkan menjadi layanan khusus perempuan.

Saat ini total armada Trans Banjarbakula mencapai 91 unit bus.

Rencana tersebut diperkirakan baru dapat direalisasikan pada akhir 2026 atau awal 2027, menyesuaikan dengan kontrak kerja sama yang saat ini masih hanya mencakup tenaga pengemudi.

Kebijakan angkutan khusus perempuan sendiri telah diterapkan di sejumlah negara sebagai upaya meningkatkan rasa aman penumpang perempuan di transportasi publik.

Di Jepang, misalnya, tersedia gerbong kereta khusus perempuan pada jam-jam sibuk untuk mencegah pelecehan. Sementara di Korea Selatan, pemerintah kota Seoul menyediakan kursi khusus perempuan di bus malam serta layanan penurunan penumpang perempuan lebih dekat dengan tujuan.

Kebijakan serupa juga diterapkan di beberapa kota di India dan Meksiko yang menyediakan bus maupun gerbong transportasi umum khusus perempuan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.