Pemerintah Diminta Percepat Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor untuk Persiapan Idul Fitri
Eddy Fitriadi March 12, 2026 12:36 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, pemerintah diminta segera mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Bantuan tersebut dinilai sangat mendesak, tidak hanya untuk memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar menjelang hari raya.

Akademisi dan konsultan hukum, Dr Bukhari, M.H., CM dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Rabu (11/3/2026), menyebutkan percepatan penyaluran bantuan merupakan langkah penting agar masyarakat korban bencana tidak semakin terpuruk, terlebih di penghujung bulan Ramadan.

“Dalam perspektif negara hukum, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Bantuan kepada korban bencana bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran negara bagi warga yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah di Aceh dan menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga lahan pertanian. Sebagian warga bahkan terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak lagi layak dihuni.

Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat terdampak. Saat sebagian masyarakat mulai bersiap menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita, para korban bencana justru harus menghadapi hari raya dalam kondisi serba terbatas.

Tidak sedikit keluarga yang kehilangan peralatan rumah tangga, sumber penghasilan, bahkan tempat tinggal. Situasi ini membuat bantuan kemanusiaan menjadi sangat mendesak, terutama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang lebaran.

Dr Bukhari menilai keterlambatan penyaluran bantuan dapat memperpanjang penderitaan masyarakat.

Karena itu, pemerintah diharapkan segera melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh serta mempercepat proses pencairan bantuan bagi para korban.

“Idul Fitri sudah di depan mata. Negara perlu memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan dukungan agar mereka dapat menjalani hari raya dengan lebih tenang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa membantu korban bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan ajaran agama.

Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (QS Al-Maidah: 2). Ayat tersebut menegaskan pentingnya solidaritas sosial serta kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Menurut Dr Bukhari, jika dilihat dari perspektif maqasid syariah, membantu korban bencana merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan manusia (hifz al-nafs) serta menjaga harta (hifz al-mal).

“Dalam konsep maqasid syariah, menjaga kehidupan manusia dan memulihkan kondisi sosial masyarakat merupakan tujuan penting dari hukum Islam. Karena itu, membantu korban bencana adalah bagian dari implementasi nilai-nilai syariat dalam kehidupan sosial,” jelasnya.

Baca juga: Perkara Rehab Gedung, Hakim Putuskan RS PMI Aceh Utara Harus Bayar Utang Rp 2 Miliar

Ia menambahkan, bulan Ramadan juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. Nilai-nilai puasa tidak hanya mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap sesama.

Karena itu, selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan dapat berpartisipasi membantu korban bencana melalui berbagai bentuk kepedulian sosial, seperti sedekah, infak, maupun bantuan kemanusiaan lainnya.

“Ramadan mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama. Sudah seharusnya kita memastikan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah tetap dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri, meskipun dalam kesederhanaan,” tambahnya.

Dengan percepatan penyaluran bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para korban bencana dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Kehadiran negara dan solidaritas masyarakat dinilai menjadi kunci penting agar penderitaan akibat bencana tidak berkepanjangan, terutama di saat umat Islam bersiap menyambut hari kemenangan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.