TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan seandainya Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno tidak dilengserkan dari kekuasaannya, Indonesia telah berhasil memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam acara Dialog Nasional dan Buka Puasa Bersama yang digelar Persatuan Alumni (PA) GMNI di Kantor PA GMNI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
"Kalau Soekarno enggak dilengserkan, kita sudah memerdekakan Palestina saudara-saudara sekalian," kata Hasto.
Hasto mengungkapkan adanya kaitan erat antara rencana besar Bung Karno memperkuat pertahanan nasional dengan upaya penggulingannya pada tahun 1965.
Menurut Hasto, Bung Karno saat itu tengah menyiapkan program bom atom sebagai deterrence effect pertahanan Indonesia.
Baca juga: Prabowo Sebut Ada Orang Politik yang Girang Indonesia Kena Bencana, Hasto: Bukan PDIP
Rencananya, kata dia, bom atom yang dikembangkan melalui reaktor nuklir Triga Mark II di Bandung itu akan diserahkan kepada ABRI pada peringatan HUT 5 Oktober 1965.
"Ketahuanlah ini sama CIA. Maka kemudian dilakukanlah suatu aksi seperti di Iran ini dengan alasan adanya bom atom," ujarnya.
"Karena alasan punya bom atom untuk pembebasan Palestina itulah maka Bung Karno kemudian dikudeta pada tanggal 30 September '65," ucapnya menambahkan.
Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tuntaskan 10K Soekarno Run 2026 Sambil Kibarkan Bendera Merah Putih
Hasto juga memaparkan bukti sejarah bagaimana kekuatan militer Indonesia di era Soekarno sangat disegani dunia dan aktif membantu kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia-Afrika.
Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah peran Indonesia dalam kemerdekaan Pakistan dari Inggris.
"Bung Karno mengirim kapal selam kita kelas Whiskey. Kita punya 14 kapal selam saat itu. Merdekalah itu Pakistan karena Inggris kemudian realistik melihat dukungan Indonesia, mereka mengajak berunding, merdekalah Pakistan oleh campur tangan Indonesia," ucap Hasto.
Tidak hanya Pakistan, Hasto menyebut campur tangan diplomatik dan militer Indonesia juga menjadi kunci kemerdekaan bagi negara-negara seperti Maroko, Sudan, Tunisia, hingga Aljazair.