Bakornas LAPMI PB HMI Dukung Seruan Persatuan Sufmi Dasco Ahmad
Mesya Marasabessy March 12, 2026 02:44 AM

TRIBUNAMBON.COM — Lembaga Pers Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LAPMI PB HMI) menyatakan dukungan terhadap seruan persatuan nasional yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyoroti kondisi media sosial di Indonesia yang dinilai semakin tidak sehat.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama LAPMI PB HMI, Fadel Rumakat, disela-sela kegiatan pelantikan pengurus LAPMI PB HMI yang berlangsung Rabu (11/3/2026).

Ia menilai pernyataan Dasco merupakan pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki cara berkomunikasi di ruang digital.

Menurut Fadel, media sosial seharusnya menjadi ruang dialog yang sehat untuk bertukar gagasan dan menyampaikan kritik secara konstruktif.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ruang digital justru kerap diwarnai narasi saling mencaci yang berpotensi memperuncing polarisasi di tengah masyarakat.

“Pernyataan Pak Dasco menjadi alarm bagi kita semua bahwa praktik bermedia sosial perlu diperbaiki. Kritik tentu bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan etika, argumentasi yang kuat, serta tetap mengedepankan semangat persatuan nasional,” ujarnya.

Baca juga: Kuasa Hukum MS Sebut Punya Rekaman Pengakuan AFB Pernah Berzinah dengan NUW

Baca juga: Kapolda Maluku Terima Audiensi BPN, Bahas Konflik Tanah hingga Dukungan Proyek Strategis Blok Masela

Fadel menegaskan bahwa sebagai organisasi yang bergerak di bidang pers mahasiswa dan literasi media, LAPMI PB HMI memiliki tanggung jawab moral untuk turut memperkuat pendidikan literasi digital, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, fenomena saling menyerang di media sosial tidak hanya menurunkan kualitas diskursus publik, tetapi juga dapat melemahkan kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Media sosial seharusnya menjadi ruang pertukaran ide yang produktif dan mencerdaskan. Ketika ruang digital dipenuhi ujaran kebencian dan saling mencaci, maka yang lahir bukan solusi, melainkan perpecahan,” kata Fadel.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa LAPMI PB HMI siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kampanye literasi digital dan etika bermedia sosial. 

Melalui jejaring LAPMI yang tersebar di berbagai provinsi, organisasi ini berkomitmen untuk mendorong edukasi publik tentang pentingnya komunikasi yang sehat di ruang digital.

“Kami siap menggerakkan seluruh jejaring LAPMI di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk mendorong literasi digital serta membangun budaya bermedia sosial yang sehat, kritis, dan tetap menjunjung persatuan nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad menilai kondisi masyarakat sipil saat ini kurang kompak karena maraknya saling mencaci di media sosial.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi, namun harus dibangun dengan niat baik, semangat nasionalisme, serta tujuan untuk memperkuat persatuan bangsa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.