TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Utara memastikan pelaksanaan Salat Ied Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada besok, Jumat 20 Maret 2026.
Ketua PWM Kaltara, Syamsi Sarman, menegaskan penetapan tersebut berdasarkan sistem Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang kini digunakan Muhammadiyah.
“Dari Muhammadiyah kan jelas menentukan hari Jumat. Kami menggunakan sistem KHGT, jadi penentuan awal Ramadan dan Syawal tidak lagi hanya melihat hilal di Indonesia, tapi di seluruh dunia,” ujarnya.
Syamsi Sarman menjelaskan, dalam metode tersebut, kemunculan hilal di wilayah manapun menjadi acuan masuknya bulan baru dalam kalender hijriyah.
“Seperti Ramadan kemarin, kenapa Muhammadiyah lebih dulu, karena di Alaska sudah muncul bulan sabit. Jadi dimanapun bulan itu muncul, baik di Indonesia atau tidak, kita menyatakan sudah masuk tanggal 1,” jelasnya.
Baca juga: Besok Senin 31 Maret 2025 Muhammadiyah di Malinau Salat Idul Fitri, Catat Titik Lokasinya
Untuk penetapan 1 Syawal, lanjutnya, posisi hilal di beberapa wilayah dunia sudah memenuhi kriteria. Bahkan di Alaska dan sejumlah negara Timur Tengah, tinggi bulan mencapai sekitar 5 derajat.
“Sementara di Indonesia, tertinggi di Aceh sekitar 3 derajat, di Jakarta bahkan sekitar 1 derajat. Muhammadiyah menganggap itu sudah cukup untuk menyatakan 1 Syawal sudah masuk,” katanya.
Terkait pelaksanaan Salat Ied, Muhammadiyah telah menyiapkan sejumlah titik di Tarakan yang tersebar di beberapa wilayah.
“Ini kita bagi per kecamatan. Barat di SMA 1, tengah di DPRD, timur di Al-Amin, dan utara di pesantren MBS,” terangnya.
Meski demikian, Syamsi Sarman tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan dengan pemerintah dalam penetapan Idul Fitri tahun ini.
Baca juga: DLH Nunukan Soroti Kebiasaan Jemaah Tinggalkan Kardus di Masjid Usai Salat Ied, Begini Imbauannya
Menurutnya, pemerintah masih mengacu pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan kriteria tinggi hilal tertentu.
“Kalau dari empat negara itu belum mencapai derajat yang disepakati, kemungkinan pemerintah menetapkan Lebaran hari Sabtu,” ucapnya.
Ia menambahkan, meskipun di Indonesia hilal sudah mencapai 3 derajat dan secara kasat mata berpotensi terlihat, keputusan tetap bergantung pada kriteria yang digunakan pemerintah.
“Kalau pun nanti berbeda, Muhammadiyah sudah Lebaran hari Jumat, sementara yang lain masih puasa satu hari lagi dan baru salat Id hari Sabtu,” pungkasnya.
Berikut Lokasi Salat Ied Idul Fitri 1447 Hijriah yang Ditentukan Muhammadiyah di Tarakan:
1 Pelabuhan Tengkayu (halaman parkir) dengan cadangan di Masjid Al- Amin
2 SMA Negeri 1 Tarakan (cadangan di aula sekolah)
3 Halaman Gedung DPRD Tarakan (cadangan di Masjid Firdaus)
4 Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) untuk wilayah Utara
(*)
Penulis: Andi Pausiah