WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Riuh langkah pemudik silih berganti memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada puncak arus mudik Lebaran, Kamis (19/3/2026) siang.
Tumpukan barang bawaan dan antrean panjang membuat pergerakan terasa lambat di tengah lautan manusia yang bergegas menuju kampung halaman.
Di antara kerumunan itu, para porter menjadi sosok yang paling dicari.
Dengan sigap, mereka menyusuri celah penumpang, menawarkan bantuan di tengah situasi yang serba terburu-buru.
Seragam kuning yang dikenakan menjadi penanda kehadiran mereka di tengah padatnya stasiun.
Salah satunya adalah Muhammad Zulfani (21), porter muda asal Gresik, Jawa Timur.
Sejak 2022, ia mengais rezeki dengan membantu para penumpang mengangkut barang.
Tahun ini menjadi pengalaman berbeda baginya untuk pertama kalinya, ia memilih tidak pulang saat Lebaran.
“Biasanya pulang sebelum Lebaran, tapi tahun ini Lebarannya di sini,” tuturnya lirih dengan mata berkaca-kaca, saat ditemui Wartakotalive.com di Stasiun Pasar Senen.
Keputusan itu bukan tanpa alasan.
Zulfani ingin memanfaatkan momentum mudik, saat kebutuhan jasa porter meningkat.
Dalam sehari, ia bisa memperoleh penghasilan ratusan ribu rupiah saat kondisi ramai, meski jumlahnya tidak menentu.
Namun, di balik peluang tersebut, ada pula tantangan yang harus dihadapi.
Ia mengaku kerap menemui penumpang yang tidak membayar jasanya.
Meski demikian, ia memilih mengikhlaskan.
“Tidak dibayar juga sering. Tapi tidak bisa minta, nanti malah kami yang kena,” katanya.
Kini, layanan porter di stasiun juga mulai beradaptasi dengan teknologi melalui aplikasi. Meski begitu, sebagian penumpang masih lebih memilih transaksi langsung tanpa aplikasi.
Di tengah hiruk pikuk stasiun, Zulfani tetap menyimpan rindu pada kampung halaman.
Sudah setahun ia belum pulang ke Gresik, tempat orang tuanya menunggu. Kerinduan itu terasa semakin kuat saat momen Lebaran tiba.
“Namanya anak ke orang tua pasti kangen,” ucapnya pelan.
Ia pun berencana pulang pada momen Iduladha nanti, berharap bisa melepas rindu sekaligus berkumpul bersama keluarga besar.
Bagi Zulfani, Lebaran di kampung bukan sekadar tradisi, tetapi tentang kebersamaan yang sulit tergantikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 13.20 WIB, jumlah pemudik terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Area lobi stasiun menjadi salah satu titik paling padat, dipenuhi calon penumpang yang hendak mencetak tiket maupun mengantre masuk ke peron.
Kondisi ini membuat suasana di dalam stasiun terasa sesak. Ruang gerak penumpang menjadi terbatas, dengan para pemudik yang harus berjalan berdesakan. Percakapan antarpemudik pun menambah riuh suasana di tengah padatnya aktivitas keberangkatan.
Tak hanya di lobi, kepadatan juga terlihat di ruang tunggu. Hampir seluruh kursi terisi penuh oleh penumpang. Sebagian lainnya terpaksa menunggu sambil berdiri, bahkan duduk di atas koper mereka.
Di tengah keramaian tersebut, para porter tampak aktif menawarkan jasa angkut barang kepada pemudik yang membawa banyak bawaan.
Puncak arus mudik diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga mendekati hari H Lebaran, dengan Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun terpadat di wilayah ibu kota.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Berdasarkan data per 19 Maret 2026 pukul 09.30 WIB, tingkat keterisian (okupansi) kereta api jarak jauh telah mencapai rata-rata 70 persen. Dari total kapasitas 1.083.623 tempat duduk, sebanyak 756.929 tiket telah terjual.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan volume penumpang terus mengalami peningkatan sejak awal periode angkutan Lebaran.
Pada 19 Maret 2026, tercatat sebanyak 52.330 penumpang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta, sementara 27.741 penumpang datang.
“Secara kumulatif, jumlah penumpang berangkat pada periode 11 hingga 19 Maret 2026 telah mencapai 430.977 penumpang,” ujar Franoto dalam siaran tertulis pada Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, puncak keberangkatan sementara terjadi pada periode 14 hingga 18 Maret 2026, dengan jumlah penumpang harian di atas 51.000 orang. Bahkan pada 18 Maret menjadi angka tertinggi dengan 53.576 penumpang berangkat.
Untuk keberangkatan pada 19 Maret 2026, Stasiun Pasarsenen menjadi yang tertinggi dengan 18.852 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.845 penumpang, dan Stasiun Bekasi 8.976 penumpang.
Baca juga: Jalur Alternatif Lamaran-Karawang Padat Merayap, Imbas Pemudik Hindari Pantura dan Tol Japek
Sementara itu, untuk kedatangan penumpang didominasi Stasiun Pasarsenen sebanyak 10.014 penumpang dan Stasiun Gambir 7.634 penumpang.
Franoto menyebutkan, periode favorit masyarakat untuk mudik terjadi pada 11 hingga 20 Maret 2026. Pada rentang waktu tersebut, sebanyak 480.540 tiket telah terjual.
“Untuk tanggal-tanggal favorit, rata-rata sisa tempat duduk kurang dari 500 seat per hari atau mendekati kondisi penuh,” jelasnya.
Adapun tanggal dengan penjualan tertinggi antara lain 14 Maret sebanyak 51.128 tiket, 15 Maret 51.763 tiket, 16 Maret 52.819 tiket, 17 Maret 52.528 tiket, dan 18 Maret mencapai 53.576 tiket.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket, khususnya untuk keberangkatan setelah Lebaran.
KAI mencatat, untuk periode 23 Maret hingga 1 April 2026 masih tersedia sekitar 308.741 tempat duduk. Secara keseluruhan, sisa tempat duduk mulai 20 Maret hingga akhir masa angkutan Lebaran mencapai 321.978 seat.
Rinciannya, kelas eksekutif tersedia 200.292 seat, ekonomi komersial 104.039 seat, dan ekonomi PSO 17.647 seat.
Sejumlah kereta api jarak jauh menjadi favorit masyarakat, di antaranya KA Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia dari Stasiun Gambir.
Sedangkan dari Stasiun Pasarsenen, KA Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo menjadi pilihan utama penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pada 19 Maret 2026 KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 68 kereta api reguler jarak jauh, 20 kereta tambahan Lebaran, serta 4 kereta motor gratis.
Selain itu, okupansi kereta api lokal juga menunjukkan tren positif. KA Pangrango mencatat tingkat keterisian 78 persen dengan 63.721 tiket terjual, sementara KA Siliwangi juga mengalami peningkatan penumpang.
Secara kumulatif, total tiket kereta api jarak jauh dan lokal yang telah terjual mencapai 819.139 tiket atau sekitar 68 persen dari total kapasitas 1.206.620 tempat duduk.
KAI juga masih memberikan promo diskon 30 persen untuk kelas ekonomi komersial pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.
Di wilayah Daop 1 Jakarta tersedia sekitar 329.000 seat kelas ekonomi komersial, dengan sekitar 49.000 seat diskon yang masih bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket lebih awal, terutama untuk tanggal favorit yang sudah hampir penuh,” kata Franoto.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan ketersediaan tiket pasca-Lebaran serta promo yang masih berlangsung.
“KAI berkomitmen memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran,” tandasnya.