Hilal Tak Terlihat di Jombang, Penentuan Idulfitri Tunggu Sidang Isbat
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 dilakukan di Rooftop Bank Jombang, Kamis (19/3/2026) sore. Kegiatan rukyatul hilal tersebut dimulai sekitar pukul 17.38 WIB.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Muhajir, mengatakan bahwa secara perhitungan hisab, posisi hilal sebenarnya sudah wujud. Namun demikian, ketinggiannya belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah yang telah disepakati.
"Berdasarkan perhitungan para ahli hisab, hilal memang sudah ada atau wujud, tetapi belum memenuhi kriteria imkan rukyah. Tingginya masih di bawah 3 derajat," ucap Muhajir saat dikonfirmasi Tribunjatim.com di lokasi.
Ia menjelaskan, Indonesia mengikuti kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan batas minimal ketinggian hilal agar dapat dirukyat adalah 3 derajat.
Muhajir menambahkan, pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 117 titik di seluruh Indonesia, termasuk 28 titik di Jawa Timur. Hasil pengamatan dari seluruh lokasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pada malam hari.
Baca juga: Breaking News: Pondok Gontor Ponorogo Tetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026
Baca juga: Dasar Hitungan Ponpes Al Falah Ploso Kediri Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026
"Kalau di Jombang tidak terlihat, kita masih menunggu laporan dari daerah lain. Bisa saja di titik lain hilal berhasil diamati," katanya.
Namun, ia mengakui bahwa berdasarkan kondisi di lokasi pemantauan di Jombang, hilal belum berhasil terlihat. Selain faktor ketinggian yang belum memenuhi syarat, kondisi cuaca berawan juga turut memengaruhi hasil pengamatan.
"Di sini belum terlihat. Cuaca mendung juga menjadi salah satu kendala," tambahnya.
Muhajir menegaskan, kepastian penetapan 1 Syawal 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI. Jika hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).
"Kalau seluruh titik tidak berhasil melihat hilal, maka puasa disempurnakan 30 hari. Artinya, kemungkinan Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu," ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti Hari Raya Idul Fitri sebelum keputusan resmi pemerintah diumumkan.
"Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini," pungkasnya.
Baca juga: Hilal Terlihat di Afganistan, Ratusan Jemaah di Kediri Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal Hari Ini