WARTAKOTALIVE.COM - Iran terus melakukan serangan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pada (18/3/2026) misalnya, Iran mengklaim telah berhasil menggempur 80 titik target musuh di Israel dan sejumlah pangkalan militer AS.
Informasi itu dibagikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan peluncuran gelombang ke-63 dari Operasi True Promise 4
Serangan ini sebagai bentuk pembalasan terhadap agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan.
Kali ini IRGC menargetkan fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Fase terbaru terjadi pada hari Rabu, menyusul serangan baru-baru ini terhadap infrastruktur energi Iran, kata Kantor Hubungan Masyarakat Korps dalam sebuah pernyataan.
Gelombang ke-63 ini juga merupakan pembalasan atas gugurnya Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib dan lainnya selama agresi tersebut.
Iran memperingatkan bahwa mereka tidak akan segan menyerang fasilitas energi AS dan Israel di sejumlah wilayah Timur Tengah apabila musuh kembali menggempur fasilitas energi Iran.
Baca juga: Sudah Magrib, Ini Hasil Pemantauan Hilal di Papua untuk Idul Fitri 1447 Hijriah
"Republik Islam tidak bermaksud memperluas perang ke fasilitas minyak dan tidak ingin merugikan perekonomian negara-negara sahabat dan tetangga," kata IRGC seperti dimuat Press Tv.
"Namun, dengan agresi musuh terhadap infrastruktur energi, Iran secara efektif telah memasuki tahap baru konflik, dan kebutuhan untuk mempertahankan infrastruktur energi negara memaksa serangan balasan terhadap fasilitas energi yang terkait dengan Amerika."
Selain itu serangan 18 Maret lalu disebut berhasil menimbulkan kerusakan di 80 target militer dan pendukung militer Israel.
80 target militer Israel dihantam di bagian selatan dan tengah wilayah pendudukan, termasuk Rishon LeZion, Ramla, dan Lod di tengah; Eilat di selatan; dan Ramat Gan dan Bnei Brak di timur Tel Aviv, serta Bat Yam dan Holon di selatan Tel Aviv.
Target yang terletak di selatan termasuk kumpulan pasukan Israel.
Semua target dihantam secara tepat sasaran menggunakan rudal multi-hulu ledak dan drone serang.
IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada agresor Zionis-Amerika agar tidak mengulangi serangan mereka terhadap lokasi energi negara tersebut.
"Jika ini terulang, serangan selanjutnya terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu Anda tidak akan berhenti sampai terjadi kehancuran total, dan tanggapan kami akan jauh lebih keras daripada serangan malam ini."