SUPERBALL.ID - CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, mengakui hukuman pengurangan poin dari AFC dan menyatakan bahwa masalah tersebut sedang ditinjau melalui jalur hukum, sambil tetap fokus pada persiapan pertandingan melawan Vietnam.
Rob Friend angkat bicara setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman pengurangan poin kepada tim sepak bola Negeri Jiran.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut masih dalam proses peninjauan melalui jalur hukum, di tengah kerugian signifikan yang dihadapi Malaysia menjelang pertandingan terakhir melawan Timnas Vietnam.
Seperti diketahui, sanksi AFC tersebut berasal dari penggunaan beberapa pemain naturalisasi oleh tim nasional yang tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi.
Akibatnya, Malaysia dinyatakan kalah (0-3) dalam dua pertandingan, yakni saat melawan Vietnam dan Nepal.
Dengan pengurangan total 6 poin, praktis situasi itu mengakhiri peluang Malaysia untuk lolos ke Piala Asia 2027.
Skuad Harimau Malaya kini hanya mengantongi 9 poin dari lima laga yang dimainkan.
Posisi puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 diambil alih oleh Vietnam yang mencatatkan 15 poin, berkat tambahan tiga poin.
Mengingat hanya tersisa satu pertandingan dan hanya juara grup yang berhak melaju ke putaran final, maka harapan Malaysia untuk lolos telah pupus.
Pertandingan kontra Vietnam pada 31 Maret mendatang hanya sebagai ajang pertaruhan harga diri bagi Timnas Malaysia.
"Kami mengakui keputusan Komite Disiplin dan Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengenai pengurangan poin," ujar Rob Friend menanggapi hal tersebut.
"Kami menghormati proses kompetisi. Pada saat yang sama, masalah ini sedang ditinjau melalui jalur hukum yang sesuai."
Tidak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan dengan menekankan arah tim selama periode sensitif ini.
"Sepanjang waktu ini, prioritas kami tetap mendukung para pemain dan staf, memastikan mereka memiliki kondisi terbaik untuk mewakili tim nasional Malaysia secara profesional, bersatu, dan dengan bangga," ujarnya.
"Saat ini, kami sepenuhnya fokus pada persiapan pertandingan mendatang melawan tim nasional Vietnam."
"Tim Malaysia akan memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri, ketahanan, dan disiplin yang telah kami tunjukkan sepanjang tahun 2025."
"Kami ingin berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan dan kepercayaan mereka yang berkelanjutan kepada tim."
Sementara itu, persiapan skuad Malaysia masih dalam tahap finalisasi.
Pelatih kepala Peter Cklamovski belum mengumumkan daftar resmi, tetapi kemungkinan besar ia akan memanggil beberapa pemain naturalisasi baru seperti Bergson da Silva atau Giancarlo Gallifuoco.
Selain itu, bek Dion Cools juga akan bergabung dengan tim setelah menyelesaikan tugasnya bersama klubnya di Jepang.
Meskipun menderita kerugian signifikan dalam poin dan moral, Malaysia bersikeras tidak akan menyerah.
Pertandingan melawan Vietnam pada 31 Maret dipandang sebagai kesempatan bagi tim untuk membuktikan ketangguhannya dan mengirimkan pesan kuat bahwa mereka masih siap berjuang hingga akhir, terlepas dari kekacauan yang disebabkan oleh sanksi AFC.