Megawati dan Prabowo Bertemu 2 Jam, Hasto Kristiyanto: Pertemuan Kawan Lama
Nuryanti March 19, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bertemu di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026).

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan pertemuan tersebut merupakan pertemuan dua kawan lama.

Dia mengatakan pertemuan antara Prabowo dan Megawati berlangsung kurang lebih selama dua jam.

"Hari ini diadakan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 kita, di Istana Merdeka. Ibu Megawati mengatakan ini adalah pertemuan kawan lama sehingga berlangsung penuh keakraban selama lebih dari dua jam," kata Hasto dalam video yang diterima Tribunnews.com.

Hasto mengatakan dalam pertemuan tersebut, dua tokoh bangsa itu membahas berbagai persoalan bangsa serta isu geopolitik.

Megawati, kata Hasto, memberikan pandangannya ke Prabowo dalam menangani berbagai isu tersebut saat masih menjadi Presiden RI.

"Tentu Ibu Mega dalam pengalamannya yang luas menyelesaikan krisis multi dimensi, beliau menyampaikan berbagai hal terkait dengan sense of urgency dan sense of priority sesuai dengan pengalaman beliau dalam menyelesaikan krisis," jelasnya.

Selain itu, Hasto juga mengatakan bahwa Megawati turut menceritakan kepada Prabowo saat melakukan kunjungan terakhir ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Baca juga: Bertemu Megawati, Prabowo: Silaturahmi Antar-Pemimpin Bangsa

Kunjungan tersebut dilakukan Megawati pada 1 Februari 2026 lalu dalam rangka menghadiri acara Zayed Award for Human Fraternity 2026.

Dalam acara tersebut, Megawati menjadi salah satu juri. 

Sementara, maksud kedatangan Megawati ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah serta dan menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrhaman University (PNU).

Pemberian gelar itu dilakukan pada 9 Februari 2026.

Hasto memuji pertemuan antara Prabowo dan Megawati tersebut dan menganggap sebagai bentuk tradisi silaturahmi yang terus dilakukan antar pemimpin.

"Tentu ini pertemuan yang sangat baik. Pertemuan yang menunjukkan tradisi silaturahmi terus dibangun antar para pemimpin untuk kepentingan rakyat dan bangsa kita," kata Hasto.

Sebagai informasi, pertemuan antara Prabowo dan Megawati pertama kali diketahui melalui unggahan Prabowo di akun Instagram pribadinya.

Tampak dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dan putranya, Didit Hediprasetyo.

Sementara, Megawati didampingi oleh putrinya sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Selain itu, pada unggahan foto lainnya, Prabowo juga terlihat menggandeng Megawati saat akan masuk dan keluar dari Istana Merdeka.

"Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka. Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa," tulis Prabowo dalam unggahan tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Bertemu Megawati Soekarnoputri di Istana

Megawati Tak Bisa Hadiri Undangan Prabowo Sebelumnya

Sebelumnya, Megawati juga sempat diundang oleh Prabowo ke Istana Negara pada Selasa (3/3/2026) lalu.

Adapun undangan tersebut turut ditujukan bagi mantan presiden lainnya hingga eks wakil presiden.

Namun, kala itu, Megawati terpaksa absen karena masih menghadiri gelaran acara bertajuk Singgasana Seni Bung Karno yang digelar di Beach Convention Center, Sanur, Bali.

"Ibu masih di luar Jakarta, di Bali. Ada acara singgasan seni dari minggu lalu. Jadi tidak bisa hadir (undangan Prabowo)," kata politikus PDIP, Guntur Romli, ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang untuk Idul Fitri

Dalam acara yang diinisiasi Prabowo tersebut, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bisa hadir.

Selain itu, beberapa mantan wakil presiden seperti Boediono, Jusuf Kalla (JK), dan Ma'ruf Amin turut hadir.

Ketua umum partai politik (parpol) dan sejumlah menteri turut diundang dalam acara tersebut.

Pada pertemuan itu, beberapa hal dibahas termasuk terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang menimbulkan pro kontra.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.