Cuaca Cerah, Hilal Tak Terlihat di Ponorogo, Dilaporkan ke Kemenag
Januar March 19, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Pramita Kusumaningrum 


TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO -Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo menggelar rukyatul hilal atau pemantauan hilal untuk menentukan 1 syawal atau Idul Fitri 1447 H.

Di Bumi Reog, pemantauan hilal digelar di Ibnu Syatir PP Al-Islam Joresan Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sama halnya dengan pemantauan hilal menentukan 1 Ramadan pada 17 Februari 2026 lalu,

Pantauan Tribunjatim Network, petugas dari Kantor Kemenag Ponorogo sudah standby di lokasi. Juga terlihat dari berbagai pihak sudah standby di lokasi.

Lokasi memantau hilal berada di ketinggian 140 meter. Sebelum dilakukan pemantauan langsung ada pemaparan materi.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Bukit Condrodipo Gresik, Penentuan Lebaran Tunggu Sidang Isbat

Sementara di lokasi Rukyatul Hilal, ada  alat yang dipasang untuk pemantauan hilal. Petugas memantau hilal ketika matahari mulai terbenam. 

“Rukyatul hilal tidak terlihat. Tidak ada satu pun ya peserta di sini bisa melihat hilal sore hari ini,” ungkap Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Thohari, Kamis (19/3/2026).

Dia menjelaskan Kantor Kemenag Ponorogo bekerja sama dengan Ponpes Al Islam Ponorogo Jatim untuk melakukan Rukyatul Hilal.

“Ini bisa dilaksanakan. Cuaca juga cerah. Ini baru saja selesai. Sudah diminta kesaksian rukyatul hilal tidak ada satu pun yang bisa melihat hilal sore hari ini,” katanya 

Namun secar penghitungan hisab menunjukkan hasil di tempat tersebut tinggi hilal diperkirakan sekitar 1 derajat elongnasinya 05 derajat. 

“Apapun hasilnya kami kirimkan ke kanwil Jatim dan diteruskan ke kementerian agama,” tegasnya.

Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. secara penghitungan hisab menunjukkan hasil di tempat tersebut tinggi hilal diperkirakan sekitar 1 derajat

Dia mengaku dasar pelaksanaan rukyatul Hilal kali ini adalah penunjukan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim perihal Rukyatul Hilal awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1446 H. 

Kementerian Agama menyiapkan 117 titik pemantauan hilal. “Jawa Timur terdapat beberapa titik lokasi rukyah, salah satunya adalah Balai Rukyah Ibnu Sathir Pondok Pesantren Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo,” katanya.

Bahwa berdasarkan perhitungan hisab awal bulan Ramadhan 1446 H di lokasi PP Al Islam Joresan Mlarak Ponorogo adalah  Lintang : -7*55* LS, Bujur 111*30° BT Tinggi tempat : 140 m

“Sebagaimana hasil hitungan matahari terbenam. Kita tanyakan ke semua yang hadir tidak berhasil melihat hilal,”

tegasnya

Thohari menyatakan hasil tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag). “Sebagai bahan isbat penetapan 1 Syawal 1447,” paparnya.

Sementara terkait kemungkinan adanya perbedaan 1 Syawal 1447 H, Thohari menyatakan prinsip bulan Ramadan menjalin persaudaraan.

“Moment ini dijadikan mempererat tali persaudaraan terkait perbedaan saal awal Ramadan, mari kitasaling menghormati menghargai jaga toleransi. Jangan sampai awal ramadan yang berbeda menjadi media pecah belah bermusuhan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.