TRIBUNGAYO.COM - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem dan Wagub Fadhullah, serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh direncanakan akan ikut meramaikan shalat Id di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Hal itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki SAg, MH.
Melansir Serambinews,com, Pemerintah Aceh, melalui Dinas Syariat Islam (DSI), Pengurus Masjid Raya Baiturrahman (MRB), dan Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Aceh, telah menyepakati bahwa pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 Hijriah di tingkat provinsi diselenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Penetapan di masjid provinsi ini terkait tidak dilaksanakan di Lapangan Blang Padang, seperti pernah terlaksana beberapa tahun sebelumnya.
Sedangkan jadwalnya, pengumuman resmi Menteri Agama RI setelah hilal 1 Syawal terlihat jelas dalam pengamatan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Aceh.
Terkait dengan jadwal shalat Id tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki SAg, MH mengimbau calon jemaah untuk aktif memantau selepas shalat Magrib pengumunan Menteri Agama tentang 1 Syawal 1447 Hijriah.
Selain itu, Marzuki MH mengimbau calon jemaah shalat Id untuk menyesuaikan jadwal keberangkatannya dari rumah menuju Masjid Raya Baiturrahman—tempat pelaksanaan shalat Id—agar tidak terlambat tiba, mengingat shalat Id dimulai persis pukul 07.15 WIB.
“Setiap jemaah juga kita sarankan untuk berwudu di rumah masing-masing, sebelum ke masjid. Ini untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang di tempat wudu masjid. Kan pada saat itu, jumlah jemaah pasti membeludak,” kata Marzuki.
Ia tambahkan bahwa shalat Id kali ini akan diimami oleh Teungku Miswar Muhammad SPdI, Imam Rawatib Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Sedangkan yang ditunjuk sebagai khatib adalah Teungku H Surianto Sudirman Lc, MA, Pimpinan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya.
Khatib akan menyampaikan khutbah berjudul “Ma Bakda Ramadhan” (Apa Setelah Ramadhan?)
Menurut Marzuki, pelaksanaan shalat Id tahun ini sengaja dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, bukan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, karena beberapa pertimbangan.
Masjid Raya Baiturrahman dipilih sebagai tempat shalat Id, antara lain, sebagai langkah antisipasi jika hujan turun deras menjelang atau saat shalat, maka shalat Id tetap bisa terus berlangsung tanpa khawatir jemaah kehujanan atau lokasi jadi becek jika pelaksanaannya di lapangan terbuka, seperti Blang Padang.
Alasan kedua, daya tampung Masjid dan Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, sangat besar dan diperkirakan mampu menampung seluruh jemaah shalat Id yang berasal dari wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, serta para pemudik.
Selain itu, tempat wudu, urinoir, dan toilet masjid raya saat ini dalam keadaan prima setelah selesai direhab beberapa bulan lalu.
Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan jika shalat Id dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, meskipun jemaahnya ribuan.(*)
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 pada 21 Maret, Muhammadiyah 20 Maret