Bahagia di Kita, Duka di Mereka
Sri Widya Rahma March 19, 2026 10:54 PM

Oleh: Tengku Ridwan Bintang *)

Idul Fitri hadir membawa cahaya kebahagiaan di setiap sudut kehidupan kita.

Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tiba, menghadirkan senyuman di wajah-wajah yang rindu akan kebersamaan.

Rumah-rumah dipenuhi canda tawa, keluarga berkumpul dalam kehangatan, silaturahmi saling bersahutan tanpa henti.

Langkah kaki ringan melangkah dari satu rumah ke rumah lainnya, menikmati indahnya kebersamaan yang mungkin hanya terasa sempurna di hari yang suci ini.

Namun, di balik gemerlap kebahagiaan yang kita rasakan, ada kisah lain yang berjalan beriringan—kisah duka yang tak terdengar, namun nyata adanya.

Pernahkah sejenak kita menundukkan hati, mengingat saudara-saudara kita yang kini berada di lokasi banjir?

Di saat kita sibuk menghias rumah dengan keindahan, di sana mereka justru melihat rumahnya berubah rupa bukan lagi dihiasi ornamen dan warna-warni kebahagiaan, melainkan bebatuan, lumpur dan sisa-sisa kehancuran.

Di saat kita menerima tamu dengan senyum dan hidangan terbaik, mereka justru “disambut” oleh puing-puing kayu yang berserakan, sisa dari tempat berteduh yang tak lagi utuh.

Tidak ada ruang tamu yang layak, tidak ada tempat nyaman untuk sekadar duduk dan berbagi cerita.

Yang ada hanyalah ruang sempit, beratap terpal, dengan udara dingin yang menyusup tanpa permisi.

Kemewahan yang bagi kita mungkin terasa biasa pakaian baru, hidangan berlimpah, rumah yang nyaman di sana telah berganti dengan kesederhanaan yang bahkan mendekati kekurangan.

Mereka belajar bertahan dalam keterbatasan, menguatkan hati di tengah ujian yang tidak ringan.

Di sini, kita tertawa lepas bersama orang-orang tercinta.

Namun di sana, air mata menjadi teman setia, mengalir bersama doa-doa yang lirih, berharap akan datangnya pertolongan dan keajaiban dari Allah.

Idul Fitri seharusnya bukan hanya tentang kebahagiaan yang kita rasakan sendiri, tetapi juga tentang kepedulian yang kita tebarkan kepada sesama.

Ia mengajarkan kita untuk tidak hanya bersyukur atas nikmat yang ada, tetapi juga untuk peka terhadap luka yang dirasakan orang lain.

Mungkin kita tidak bisa menghapus seluruh duka mereka, tetapi kita bisa menghadirkan secercah harapan.

Dengan doa, dengan bantuan, dengan kepedulian yang tulus kita bisa menjadi bagian dari senyuman yang perlahan kembali hadir di wajah mereka.

Maka, di tengah kebahagiaan Idul Fitri ini, mari kita luaskan hati.

Jangan biarkan kebahagiaan hanya berhenti di diri kita, sementara di luar sana ada saudara yang masih menunggu uluran tangan.

Semoga Allah melembutkan hati kita, menggerakkan langkah kita untuk peduli, dan menjadikan kebahagiaan kita sebagai jalan hadirnya kebahagiaan bagi mereka.

Karena sejatinya, Idul Fitri bukan hanya tentang kita yang bergembira tetapi juga tentang bagaimana kita mampu merangkul mereka yang sedang berduka.

*) Penulis adalah Ketua Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Cabang Aceh Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.