Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebuah kebakaran hebat melanda rumah semipermanen milik Afifuddin (50), bilal Masjid Jamik Tanjongan, di Dusun Kuta Kumbang, Gampong Matang Teungoh, Samalanga, Bireuen, Kamis (19/3/2026), sekitar pukul 11.50 WIB.
Rumah tersebut ludes terbakar bersama seluruh isinya, meninggalkan Afifuddin kehilangan tempat tinggal dan harta benda hanya 2 hari menjelang Idul Fitri 1447 H.
Saat kejadian, Afifuddin sedang berada di masjid untuk membersihkan dan mempersiapkan tempat ibadah menyambut hari raya.
Kapolsek Samalanga, AKP Budiono, SE menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh adik korban, Nurhaliza, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Afifuddin.
Ia melihat asap tebal muncul dari bagian dapur rumah korban dan segera menghubungi Afifuddin serta warga sekitar.
Puluhan warga kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi pihak Kepolisian.
Baca juga: Dramatis! Anak Kecil Diselamatkan Lewat Jendela Saat Rumah Terbakar di Lhokseumawe
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Meski api berhasil dikendalikan, rumah Afifuddin tidak dapat diselamatkan.
Beruntung, rumah milik Nurhaliza yang berada di dekat lokasi berhasil terhindar dari kobaran api.
Kapolsek Samalanga menegaskan, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 150 juta.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.
Pihak Kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi untuk memastikan keamanan serta mempermudah proses investigasi.
Warga sekitar turut membantu membersihkan sisa-sisa kebakaran setelah api berhasil dipadamkan.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi Afifuddin yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai bilal masjid.
Baca juga: Damkar Aceh Utara Rusak, Rumah Terbakar di Samudera Dipadamkan oleh Armada Lhokseumawe
Kehilangan rumah dan harta benda di tengah persiapan Lebaran tentu menambah beban emosional dan ekonomi bagi dirinya dan keluarga.
Warga berharap ada bantuan segera dari pemerintah maupun masyarakat untuk meringankan beban korban.
Sehingga ia dapat kembali bangkit setelah musibah yang menimpa.(*)