Sisi Lain Mudik Lebaran: Kisah Sopir dan Kru Bus Tak Bisa Pulang Kampung, Rayakan Hari Raya di Jalan
Wahyu Septiana March 19, 2026 11:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Di tengah ramainya arus mudik, ada cerita lain yang mungkin jarang tersorot.

Salah satunya kisah para sopir dan petugas bus yang justru tetap bekerja saat Hari Raya Idulfitri.

Bagi mereka, Lebaran bukan selalu soal pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga, melainkan memastikan ribuan pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Sebagaimana disampaikan oleh Taufik, petugas loket bus di Terminal Kalideres.

Puluhan tahun menjalani pekerjaan ini, Taufik menyadari dirinya tidak bisa mudik tepat di momen Lebaran.

Sebab, saat Lebaran adalah yang paling sibuk sekaligus dinantikan bagi para pekerja loket bus sepertinya.

"Selama arus mudik sampai arus balik itu kan masa lagi sibuk-sibuknya kita," kata Taufik saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Kamis (19/3/2026).

Taufik dan para rekan-rekan seprofesinya baru bisa pulang kampung setelah momen Lebaran usai.

Ia pun akan memanfaatkan waktu tersebut untuk mudik menuju Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan menggunakan bus di tempatnya bekerja.

TAK MUDIK - Taufik, petugas loket bus AKAP yang tak pernah bisa mudik Lebaran karena sibuk mengurus para pemudik yang berangkat dari Terminal Kalideres menuju kampung halaman.
TAK MUDIK - Taufik, petugas loket bus AKAP yang tak pernah bisa mudik Lebaran karena sibuk mengurus para pemudik yang berangkat dari Terminal Kalideres menuju kampung halaman. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

"Ya saya naik bus lah," ujarnya.

Lebaran di Jalan, Jauh dari Keluarga

Cerita serupa datang dari Andi, sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melayani rute ke Pulau Sumatera.

Bagi Andi, Lebaran sering kali harus dijalani di perjalanan, jauh dari keluarga di kampung halaman.

“Tergantung, kalau bisa kejar waktu ya pulang. Kalau enggak, ya Lebaran di jalan,” katanya.

Bahkan, tak jarang ia merayakan Lebaran di tempat yang sama sekali bukan kampung halamannya.

“Kalau enggak ketemu jalurnya, ya Lebaran di kampung orang,” ucapnya.

Tanpa Ketupat, Tanpa Kumpul Keluarga

Suasana Lebaran yang biasanya identik dengan hidangan khas seperti ketupat dan kebersamaan keluarga, tak selalu bisa dirasakan para sopir bus.

“Paling kalau ketemu ya kita video call aja ngucapin dari jauh," ujarnya.

Ia mengaku, momen makan bersama atau menikmati hidangan khas Lebaran pun jarang dirasakan saat bertugas.

Armada bus yang berada di Terminal Kalideres, Jakarta Barat sudah tak ditemukan ada yang menggunakan klakson telolet.
Armada bus yang berada di Terminal Kalideres, Jakarta Barat sudah tak ditemukan ada yang menggunakan klakson telolet. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

“Jarang, paling kalau ada yang ngasih,” ujarnya.

Tetap Profesional di Tengah Momen Spesial

Meski harus mengorbankan momen bersama keluarga, para sopir tetap menjalankan tugas dengan profesional.

Andi memastikan kondisi fisiknya selalu dalam keadaan prima sebelum mengemudi, mengingat keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Baginya, yang terpenting penumpang yang diantaranya selamat sampai tujuan.

“Yang penting harus fit karena ada kepuasan kalau bisa anterin penumpang selamat sampai ke kampung halamannya buat ngerayain Lebaran,” katanya.

Berita Terkait

Baca juga: Penumpang di Terminal Kalideres Turun 40 Persen Jelang Lebaran, Puncak Arus Mudik Sudah Terlewati

Baca juga: Car Free Night Takbiran: Pawai Obor 5.000 Peserta dan Hadad Alwi Siap Guncang Bundaran HI

Baca juga: BREAKING NEWS Hilal Tak Terlihat, Kemenag Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.