Panduan Mandi Keramas Idul Fitri: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Pipit Maulidya March 19, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Menjelang hari kemenangan, umat Muslim disunnahkan untuk mensucikan diri.

alah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan salat Id adalah mandi sunnah Idul Fitri.

Selain untuk kebersihan fisik, mandi ini merupakan bentuk kesiapan batin dalam menyambut hari raya yang fitri.

Kapan Waktu Mandi Idul Fitri?

Menurut para ulama, waktu pelaksanaan mandi sunnah ini dimulai sejak tengah malam pada malam hari raya hingga tenggelamnya matahari di hari esoknya.

Namun, waktu yang paling utama adalah dilakukan sesudah terbit fajar atau sebelum berangkat menuju tempat salat Id.

Baca juga: Breaking News: Sidang Isbat Kemenag RI Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Niat Mandi Idul Fitri

Niat merupakan pembeda antara mandi biasa dengan ibadah. Berikut adalah lafal niatnya mengutip laman Nahdlatul Ulama (NU):

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Mandi Keramas Idul Fitri

Mandi sunnah ini sama dengan mandi wajib (janabah).

Hal yang paling penting adalah meratanya air ke seluruh anggota tubuh, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Berikut urutan yang dianjurkan:

  • Membaca niat di dalam hati saat pertama kali air menyentuh tubuh.
  • Mencuci tangan, bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  • Membersihkan najis, bersihkan kotoran atau najis yang menempel di badan.
  • Berwudu, lakukan wudu secara sempurna seperti hendak salat.
  • Menyiram kepala, siram kepala sebanyak tiga kali hingga pangkal rambut.
  • Meratakan air, guyur anggota tubuh bagian kanan, lalu kiri, dan pastikan lipatan kulit serta sela-sela jari terkena air.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.