Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan diri sebagai pusat pembibitan kelapa dalam guna mendukung kebutuhan petani di wilayah Flores.
Sebagai langkah awal sebanyak 500.000 bibit kelapa mulai disemaiKAN dengan tiga varietas unggulan yang didatangkan dari Adonara, Sikka, dan Riung.
Kegiatan pembibitan tersebut dipusatkan di hamparan Malapau Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek, mengatakan proses pembibitan ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Puji Potensi Anak di Sikka, Prof Yohanes Surya Dorong Pertumbuhan Sanis di Indonesia dari NTT
“Selama ini keterlibatan masyarakat cukup aktif. Mereka kita libatkan sebagai tenaga kerja harian, sekaligus belajar langsung dalam proses pembibitan, dan hasilnya cukup baik,” ujar Fabi, Kamis (19/03/2026).
Ia menjelaskan, pertumbuhan bibit ditargetkan optimal sehingga dapat mulai didistribusikan kepada petani pada akhir tahun 2026.
“Target kita, sekitar November hingga Desember bibit sudah bisa didistribusikan kepada calon petani. Lahan juga sudah kita petakan di sembilan kecamatan yang akan menjadi lokasi penanaman,” jelasnya.
Selain kelapa, kawasan pembibitan di Inegena juga akan dikembangkan menjadi sentra pembibitan komoditas lain seperti kakao dan pala.
Pemerintah daerah menargetkan Kabupaten Ngada ke depan menjadi pusat pembibitan bagi kabupaten lain di Flores.
Tak hanya itu, kawasan ini juga dirancang sebagai sentra agrowisata yang diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Ngada.
Salah satu petani setempat Agustinus mengapresiasi Komitmen pemerintah dalam menyediakan pembibitan bagi petani yang menjadi target lahan tanam kepala dalam.
“Kami Apresiasi kepada pemerintah, tentu ini memudahkan petani ke depan untuk mendapat bibit yang berkualitas,” ujar Agus.(Cha).