TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meluangkan waktu untuk menikmati momen bersama keluarga dengan menonton film Pelangi di Mars yang tengah tayang di bioskop.
Saat hadir di salah satu bioskop di Jakarta, Gibran tampil santai dengan balutan kaos hitam dan celana jeans.
Ia datang bersama sang istri, Selvi Ananda, serta kedua anaknya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.
Setelah menyaksikan film tersebut, Gibran mengaku puas dengan kualitas visual yang ditampilkan.
Ketertarikannya terhadap proyek animasi ini rupanya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu.
"Ini salah satu animasi karya anak bangsa yang terbaik. Beberapa bulan lalu kita sempat mampir ke studio, kita lihat behind the scenes-nya seperti apa," kata Gibran kepada awak media di salah satu bioskop Jakarta, Kamis (19/3/2026).
"Dan ini adalah kerja keras anak muda kita, animator kita," lanjutnya.
Kesan mendalam yang ia rasakan bahkan membuatnya mendorong kelanjutan cerita dari film tersebut.
"Harus ada sekuel selanjutnya," ujarnya.
Baca juga: Terinspirasi Marvel, Kreator Sudah Siapkan Sekuel Pelangi di Mars dan Bangun Studio Sendiri
Hal senada juga disampaikan Selvi Ananda yang turut memberikan penilaian positif.
Ia menilai film ini tak hanya menyuguhkan hiburan visual, tetapi juga sarat nilai edukasi.
"Filmnya bagus, lebih dari sekadar menghibur karena ada edukasinya juga," ungkap Selvi.
Momen menarik juga datang dari Jan Ethes yang terlihat paling antusias.
Ia dengan polos mengungkapkan karakter favoritnya dari film tersebut.
"Suka Batik Robot, karena dia yang melindungi Pelangi," ucap Ethes.
Kehadiran Gibran bersama keluarga ternyata merupakan inisiatif pribadi, yang sempat mengejutkan pihak bioskop maupun tim produksi.
Sementara itu Produser film tersebut mengaku tersentuh dengan dukungan yang diberikan secara langsung tanpa seremoni resmi.
"Kami benar-benar tidak menyangka Pak Wapres datang secara personal, bahkan membeli tiket sendiri. Ini adalah suntikan semangat luar biasa bagi industri animasi kita. Kehadiran beliau membuktikan bahwa karya lokal punya tempat di hati semua kalangan," pungkas Dendi Reynando, sang produser.
Pelangi di Mars terasa berbeda lantaran menggunakan teknologi Extended Reality (XR) serta mengusung genre fiksi ilmiah (sci-fi) yang masih jarang digarap di industri film nasional.
Baca juga: Tayang Lebaran! Ini Trailer Film Pelangi di Mars, Genre Sci-Fi Pertama Berteknologi XR di Indonesia
Film ini mengambil latar tahun 2100 mengisahkan perjalanan Pelangi (Keinaya Messi Gusti), seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama yang lahir dan besar di Planet Mars.
Setelah ditinggalkan oleh ibunya, Pelangi harus menjalani kehidupan di planet tersebut bersama sejumlah robot tua yang telah lama terbengkalai.
Bersama mereka, Pelangi memimpin sebuah misi penting untuk menemukan Zeolith Omega, mineral langka yang dipercaya mampu menghasilkan udara dan menjadi harapan terakhir bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Film ini turut dibintangi deretan aktor dan aktris, di antaranya Keinaya Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Livy Renata, serta sejumlah pemain lainnya. (*)