TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hari ini, Jumat 20 Maret 2026 umat Muslim yang mengikuti Muhammadiyah akan melaksanakan Sholat Idul Fitri.
Di tengah antusiasme menyambut pagi 1 Syawal 1447 H/Tahun 2026, tak jarang jamaah mengalami kendala di perjalanan hingga datang terlambat ke lokasi sholat.
Muncul pertanyaan umum yang sering membingungkan, bagaimana jika ketinggalan Sholat Idul Fitri, terutama saat imam sudah mulai melakukan takbir tambahan atau bahkan sudah masuk ke rakaat kedua?
Apakah makmum yang masbuq harus menyusul jumlah takbir yang tertinggal, ataukah langsung mengikuti gerakan imam tanpa perlu menambah takbir sunnah tersebut?
Memahami tata cara sholat makmum masbuq dalam Sholat Id sangat penting agar ibadah tetap sah dan khidmat sesuai syariat.
Di tahun 2026 ini, literasi mengenai fiqih ibadah harian semakin dibutuhkan agar umat Muslim dapat menjalankan hari kemenangan dengan penuh keyakinan.
• Jam Berapa Sholat Idul Fitri 2026 Dimulai? Cek Jadwal Resmi Muhammadiyah, Pemerintah dan NU
a. Sholat Idul Fitri tetap sah dilakukan sendiri (munfarid) atau berjamaah kecil di rumah.
b. Jumlah takbir tidak ditambah.
Rukunnya tetap sama: dua rakaat, dengan takbir tambahan (7 kali di rakaat pertama, 5 kali di rakaat kedua).
c. Tidak ada ketentuan syariat untuk menambah takbir sebagai “ganti” karena terlambat.
a. Bila datang saat imam sudah memulai, ikut bergabung sesuai posisi rakaat.
b. Jika imam sudah salam, maka sholat Idul Fitri bisa dilakukan sendiri dengan tata cara lengkap.
• Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Fitri: Jadwal, Hukum, dan Tata Caranya
1. Muhammadiyah
Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026 (1 Syawal 1447 H).
Waktu Sholat Id: Umumnya dimulai pukul 06.30–07.00 pagi di seluruh masjid dan lapangan.
Metode penetapan: Hisab hakiki wujudul hilal, sehingga kepastian sudah diumumkan jauh hari.
2. Pemerintah (Kemenag RI)
Tanggal: Menunggu hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026.
Prediksi: Karena hilal diperkirakan belum terlihat pada 29 Ramadan, maka Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Waktu Sholat Id: Sekitar 06.30–07.00 pagi sesuai jadwal resmi Kemenag di tiap daerah.
3. Nahdlatul Ulama (NU)
Tanggal: Sama dengan Pemerintah, menunggu rukyat hilal.
Prediksi: 21 Maret 2026 sebagai 1 Syawal.
Waktu Sholat Id: Pagi hari sekitar 06.30–07.00.
Imam: Ushalli sunnatal ‘idil fitri rak’ataini lillahi ta’ala
Makmum: Ushalli sunnatal ‘idil fitri rak’ataini ma’al imami lillahi ta’ala
Sendiri: Sama dengan niat imam, cukup diucapkan dalam hati.