Doa Akhir Ramadhan Lafaz Arab, Latin Berikut Arti dan Keutamaannya
Fitriadi March 20, 2026 07:37 AM

BANGKAPOS.COM - Ramadhan 1447 Hijriah segera berakhir.

Menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca doa.

Doa akhir Ramadhan ini sebenarnya kerap dibacakan ketika bulan puasa memasuki 10 hari terakhir atau segera berakhir.

Doa akhir Ramadhan ini diajarkan Nabi Muhammad, sesuai hadis Jabir bin Abdillah ra dari Muhammad al Mustafa yang bersabda:

"Siapa yang membaca doa ini pada hari terakhir Ramadan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan di antaranya menjumpai Ramadan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah."

Berikut adalah doa akhir Ramadhan yang bisa diucapkan menjelang berakhirnya bulan puasa:

أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

"Allahumma laa taj'alhu aakhiral 'ahdi min shiyaamina iyyaah, fa-in ja'altahu faj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuma."

Artinya:

"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata."

Doa  ini juga seringkali diamalkan Nabi Muhammad SAW untuk segera dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun selanjutnya.

Takbir Idul Fitri

Selain membaca doa tersebut, pada malam harinya setelah pemerintah secara resmi menetapkan umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Idul Fitri sebagaimana sabda Rasulullah: 

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوب. (رواه الشافعي وابن ماجه)  

Artinya: Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).    

Pada malam Idul Fitri  kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca takbir.

Anjuran itu diungkapkan langsung oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, berikut ini:

  زينوا اعيادكم بالتكبير    
 Artinya: Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.   

Dalam redaksi hadits yang lain berbunyi: 

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما   

Artinya: Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Dalam hadis lain Nabi bersabda:
زينوا اعيادكم بالتكبير
Artinya: "Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."

Kapan Takbir Mulai Dikumandangkan?

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, sebenarnya, tidak ada ketentuan yang pasti tentang kapan saja takbir dikumandangkan. Oleh sebab itu, yang dipedomani adalah anjuran memperbanyak takbir.

Adapun waktunya dapat dilakukan kapan saja yang memungkinkan asal masih di dalam batas waktu yang diperintahkan; untuk idul fitri mulai terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan sampai salat Id ditegakkan.

Sebagaimana firman Allah: “…dan supaya kamu menyempurnakan bilangannya dan supaya kamu agungkan kebesaran Allah atas petunjuk yang telah Dia berikan padamu dan supaya kamu bersyukur.” [QS. al-Baqarah: 185].

Lalu ada pula hadits riwayat Ibnu Umar ra: Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ia apabila pergi ke tanah lapang di pagi hari Id, beliau bertakbir dengan mengeraskan suara takbirnya.

Dalam riwayat lain (dikatakan): Beliau apabila pergi ke tempat shalat pada pagi hari Idul Fitri ketika matahari terbit, beliau bertakbir hingga sampai ke tempat shalat pada hari Id, kemudian di tempat shalat itu beliau bertakbir pula, sehingga apabila imam telah duduk, beliau berhenti bertakbir. [HR. asy-Syafi‘i dalam al-Musnad, I:153, hadis no. 444 dan 445].

Berikut bacaan takbir Idul Fitri lengkap dalam Arab, latin, dan artinya:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَالله أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd.Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar, segala puji bagi-Nya."

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar kabiiraa, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya puji, dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya."

"Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah."

Demikian uraian singkat mengenai doa akhir Ramadhan dan bacaan takbiran Idul Fitri.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah yang telah kita lakukan pada bulan Ramadhan penuh berkah ini dan mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan di tahun yang akan datang.

(Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.