TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Sekitar 500 jemaah Muhammadiyah melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kompleks MTs Muhammadiyah Desa D Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Suasana sejuk dan kehangatan menyelimuti selama pelaksanaan Sholat Idul Fitri, mulai dari persiapan hingga akhir. Di mana para jemaah yang hadir saling bersalaman dan sebagian berpelukan untuk melepas rindu maupun melepas dosa, demi menjaga silaturahmi yang semakin erat di antara satu sama lain.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tugumulyo, Rodi Alfian mengatakan, warga Muhammadiyah melaksanakan Sholat Idul Fitri bertepatan pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan 1 Syawal ini berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilaksanakan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal.
"Sehingga pengurus di daerah ini melaksanakan apa yang menjadi ketetapan Pimpinan Pusat," kata Rodi kepada Sripoku.com, Jumat (20/3/2026).
Kompleks MTs Muhammadiyah ini, lanjut Rodi, merupakan salah satu lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri bagi warga Muhammadiyah di Musi Rawas. "Untuk di sini total jemaah yang melaksanakan Sholat Idul Fitri jumlahnya antara 300-500 orang," ungkapnya.
Rodi juga mengatakan bahwa tahun ini memang terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah. Namun lanjut Rodi, sebagai masyarakat kita harus dewasa dalam menyikapi perbedaan ini. Bahkan, perbedaan ini merupakan suatu rahmat yang dapat diambil hikmahnya.
"Dari perbedaan ini bisa membawa manfaat, khususnya ekonomi. Misal kemarin di pasar ramai dan hari ini juga tambah ramai," ungkapnya.
Rodi meyakini bahwa masyarakat di Indonesia, khususnya di Musi Rawas ini, sudah dewasa sehingga tidak menyikapi perbedaan ini dengan emosional.
"Walaupun kita berbeda dalam penetapan 1 Syawal ini, kami berharap ukhuwah islamiyah tetap kita jaga dan mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang kita bisa dipersatukan dalam prinsip rukyatulhilal," tutupnya.