TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Al Kholood melangkah ke final Kings Cup Saudi musim ini bisa membuat Cristiano Ronaldo dan Al Nassr turut senang.
Al Khoolod membuat kejutan dengan melangkah ke final King's Cup Saudi setelah menyingkirkan Al Ittihad
Mereka mengamankan tiket final setelah menang adu penalti 5-4 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu pada Kamis (19/3/2026) kemarin.
Kemenangan ini terasa spesial karena mereka menyingkirkan tim yang merupakan juara Liga Arab Saudi musim lalu.
Itu juga menjadi pertama kalinya Al Khoolod mencapai final King's Cup Saudi, sekaligus mengukuhkan status sebagai kuda hitam paling berbahaya musim ini.
Capaian bersejarah itu pun langsung disambut apresiasi besar dari manajemen klub.
Setiap pemain Al-Kholood dilaporkan menerima bonus sebesar 50 ribu riyal atau senilai Rp 226 juta (kurs saat ini), baik pemain inti maupun cadangan, menurut laporan Arriyadiyah.
Langkah ini menjadi suntikan motivasi tambahan jelang laga final, yang diperkirakan berlangsung pada Mei 2026.
Pelatih Des Buckingham bahkan memberikan libur delapan hari kepada para pemain untuk menjaga kebugaran dan mental tim.
Baca juga: Hasil Kings Cup Saudi: Al Hilal ke Final usai Singkirkan Al Ahli, Ditantang Tim Kejutan Al-Kholood
Hasil kejutan yang dibuat Al Kholood ini secara tidak langsung membawa kabar baik bagi Al Nassr dan megabintang mereka, Cristiano Ronaldo.
Al Nassr sebelumnya telah tersingkir di babak 16 besar dalam laga yang dimainkan Oktober tahun lalu.
Dan ternyata, lawan yang telah menyingkirkan mereka itu, yakni Al Ittihad, secara mengejutkan kalah dari tim medioker yang kini menjadi kuda hitam.
Ya, Al Kholood sebenarnya bukanlah tim besar. Mereka bahkan baru promosi ke Liga Pro Saudi pada 2024.
Klub ini naik secara bertahap sejak 2021 hingga kini menembus level tertinggi di Liga Pro Arab Saudi.
Penampilan mereka di liga sebenarnya masih belum konsisten. Musim debut mereka ditutup dengan finis di papan tengah, namun musim ini mereka justru berjuang di papan bawah liga.
Meski demikian, performa di ajang piala menunjukkan sisi berbeda: lebih tenang, disiplin, dan efektif.
Kini, mereka hanya tinggal satu langkah dari sejarah, merebut gelar besar pertama sekaligus memastikan tempat di kompetisi Asia.
Baca juga: Liga Arab Saudi Mandek, Al Nassr Tim Paling Dirugikan Keadaan
Di partai puncak, Al-Kholood akan menghadapi Al Hilal yang lebih berpengalaman.
Namun, performa mereka di turnamen ini menunjukkan bahwa status unggulan bukan jaminan.
Al-Kholood tampil solid dan efisien di fase gugur—karakter yang sering menjadi pembeda di kompetisi piala.
Bahkan, jika mampu melanjutkan kejutan ini, mereka berpotensi menggagalkan ambisi Al Hilal meraih trofi musim ini.
Final yang akan digelar Mei nanti bukan sekadar pertandingan, tetapi momen penentuan arah musim bagi banyak pihak.
Bagi Al-Kholood, ini kesempatan menulis sejarah. Bagi Al Hilal, ini soal menjaga reputasi.
Al Nassr pun turut mendapat bagian dari cerita pertarungan di final kedua tim tersebut.
Al Hilal saat ini tertinggal tiga poin dalam persaingan gelar juara Liga Arab Saudi dari Al Nassr.
Dengan begitu, Al Hilal terancam tanpa trofi juara sama sekali di musim ini jika kalah di King's Cup melawan Al Kholood.
Dan bagi Al Nassr, ini bisa menjadi keuntungan strategis dalam rivalitas domestik.
Jika keajaiban terjadi, bukan hanya trofi yang berpindah tangan, tetapi juga peta kekuatan sepak bola Saudi.
(Tribunnews.com/Tio)