SURYAMALANG.COM - Kisah pemudik yang duduk di kursi plastik meski membayar tiket penuh Rp420 ribu menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini terjadi pada bus PO Murni Jaya dengan tiket bernomor kursi 39, padahal kursi resmi hanya tersedia hingga nomor 38.
Unggahan di TikTok dan X memicu reaksi keras dari warganet yang menuding adanya kelebihan penjualan tiket.
Pihak PO Murni Jaya pun buka suara dan meminta data pendukung untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 18 Maret 2026. Cerita tersebut pertama kali dibagikan oleh anak penumpang melalui akun TikTok @meong-i, lalu turut diunggah ulang di platform X oleh akun @dukeofsemarang.
Unggahan itu berisi keluhan setelah mengetahui sang ayah tidak memperoleh tempat duduk sebagaimana mestinya.
Dalam keterangan unggahan, disebutkan kekecewaan atas kondisi tersebut, mengingat harga tiket yang dibayar tidaklah murah untuk perjalanan jarak jauh.
Kronologi kejadian bermula saat sang ayah berangkat dari Terminal Poris Plawad, Tangerang, menggunakan bus PO Murni Jaya.
Pada tiket yang dibeli, tercantum nomor kursi 39.
Namun saat memasuki bus, ia mendapati bahwa nomor kursi resmi hanya tersedia hingga nomor 38.
Sebagai solusi, kru bus kemudian menyediakan kursi plastik tanpa sandaran yang ditempatkan di lorong bus sebagai pengganti.
Melalui tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dibagikan, sang ayah terlihat mengeluhkan situasi tersebut kepada anaknya.
Ia mengirimkan foto kursi plastik berwarna abu-abu sambil menyampaikan bahwa dirinya hanya mendapatkan bangku cadangan.
Perjalanan Tangerang–Banyumas yang mencapai lebih dari 400 kilometer dengan durasi sekitar 10 jam membuat kondisi ini dinilai tidak nyaman dan berisiko bagi penumpang.
Sang anak pun turut menyayangkan kejadian tersebut, terutama karena harga tiket tetap dikenakan penuh.
Unggahan ini pun telah ditonton jutaan kali dan menuai berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang mengkritik pihak operator bus karena diduga menjual tiket melebihi kapasitas, terutama menjelang musim mudik.
Menanggapi hal itu, pihak PO Murni Jaya melalui akun resminya sempat memberikan klarifikasi di kolom komentar.
Mereka meminta data pendukung seperti foto tiket dan nomor lambung bus agar kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti.
Di sisi lain, sejumlah warganet menyebut bahwa penggunaan kursi tambahan seperti kursi plastik memang masih kerap ditemukan.
Khususnya pada bus kelas ekonomi atau saat terjadi lonjakan penumpang.
(SURYAMALANG.COM/TRIBUNTRENDS.COM)