Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Idul Fitri di Kota Manado berlangsung penuh rahmat dan harmoni di tengah perbedaan waktu pelaksanaannya.
Tiba di Masjid Darul Arqom di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Candra langsung bergabung dengan ratusan umat Muslim yang menggelar Salat Ied, Jumat (20/3/2026).
Hari ini warga Muhamadiyah seluruh Indonesia telah merayakan Idul Fitri, sehari lebih dahulu dari versi pemerintah.
Kawasan seputaran Masjid Darul Arqom selama ini dikenal sebagai pusat dari kegiatan
Muhamadiyah di Manado.
Selain massjid, di sana ada sekolah serta panti asuhan Muhamadiyah.
Candra adalah warga Desa Sawangan Kamangta, Minahasa, Sulut.
Merasa diri sebagai Muhamadiyah, ia mencari Masjid Muhamadiyah.
"Saya scroll di medsos dan dapat masjid ini," katanya.
Pagi pagi benar ia menuju ke masjid tersebut dari rumah kediamannya dengan sepeda motor.
Usai sholat, ia tampak bahagia.
Sempat ia berfoto di depan masjid.
Ia mengaku datang sendiri.
Sang istri ternyata ikut pemerintah.
"Ia masih puasa," kata dia.
Sebut dia, perbedaan tersebut bukan masalah. Tapi malah sesuatu yang mendatangkan harmoni.
Layaknya warga Sulut, ia mengaku menyiapkan hidangan bagi orang pesiar.
"Tapi nanti sekaligus esok," katanya.
Bener dia, banyak tamu yang akan datang nanti. Termasuk kerabat istrinya yang beragama Kristen.
"Biasanya mereka pesiar dan kami kumpul bersama," katanya.
Shalat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi.
Ratusan umat Muslim dari jemaah Muhammadiyah mengikutinya dengan khusyuk.
Amatan Tribunmanado.com, shalat dimulai tepat pukul 07.00 Wita.
Namun masjid itu sudah penuh sejak setengah jam sebelumnya.
Pengunjung membludak.
Halaman tak cukup.
Banyak jemaah sholat di jalan depan masjid.
Sajadah digelar di atas aspal.
Shalat diisi dengan sembahyang serta khotbah dari khotib.
Suasana haru nampak usai Shalat.
Umat saling menjabat tangan sambil bermaaf-maafan.
Ada pula yang saling berpelukan sambil meneteskan air mata.
Diketahui kawasan seputaran Masjid Darul Arqom dikenal sebagai basis Muhammadiyah di Manado.
Selain masjid, di sana ada sekolah hingga panti asuhan Muhammadiyah.
Khotib Rivai Poli mengatakan, pihaknya menggelar shalat Ied berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyebut 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada 20 Maret 2026.
"Kami gelar hari ini," kata dia.
Menurut dia, yang hadir dalam Sholat adalah warga Muhammadiyah dan para simpatisan.
Ada pula umat yang setuju dengan perhitungan Muhammadiyah.
Sebagai khotib, ia berpesan pada umat untuk menjaga tali silaturahmi.
"Jaga tali silaturahmi, khususnya dengan orang tua serta tingkatkan ketakwaan," katanya.
Terkait perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri, ia mengatakan, hal itu tak perlu dipermasalahkan.
Sikap saling menghargai musti dikedepankan.
"Saling menghargai dan tidak saling mencela," kata dia. (Art)