BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, suasana di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuburan Muslimin Guntung Lua, Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berubah menjadi lebih hidup, Jumat (20/3/2026).
Di sepanjang sisi jalan, deretan pedagang bunga kembang tabur tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Lapak-lapak sederhana berjejer di Jalan Al Jafri, Jalan Hidayah hingga Jalan Ramai Tengah II.
Aroma khas bunga segar tercium saat kita akan ke Kuburan Muslimin Guntung Lua.
Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Jelang Idulfitri di Pelaihari Tanahlaut, Warga Tetap Ke TPU Meski Gerimis
Terpantau aktivitas para peziarah yang datang untuk membersihkan dan mendoakan makam keluarga mereka menjelang Lebaran.
Momen tahunan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari rezeki, salah satunya Acil Ifit.
“Sudah lama sekali, dari anak saya masih TK sampai sekarang sudah menikah. Jadi belasan tahun saya jualan di sini,” ujarnya.
Di lapaknya, Acil Ifit menata rapi berbagai jenis bunga dalam kantong plastik.
Ia menyediakan beragam pilihan kebutuhan peziarah, mulai dari lintingan kembang dengan serabut batang pisang, kembang tabur untuk makam, hingga kembang khusus untuk mandi menjelang hari raya.
“Ada tiga macam yang saya jual, lintingan kembang, kembang tabur, dan kembang mandi hari raya,” jelasnya.
Setiap kantong dijual seharga Rp10.000. Meski terbilang sederhana, usaha ini menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan, terutama saat momentum menjelang Idul Fitri.
Menurut Acil Ifit, peningkatan pembeli mulai terasa sejak H-2 Lebaran. Aktivitas di sekitar TPU pun semakin padat dibanding hari-hari biasa.
“Kemarin sudah mulai ramai, hari ini kemungkinan tambah ramai lagi, asal tidak hujan,” katanya.
Ia memperkirakan lonjakan permintaan akan terus terjadi sampai Senin (23/3/2026) ke depan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ia bersama suaminya harus bekerja lebih keras, mulai dari mencari bahan bunga hingga merangkainya menjadi kembang tabur siap jual.
“Kalau sudah dekat Lebaran begini, kami sibuk cari bahan. Suami juga bantu antar bunga ke sini,” tuturnya.
Baca juga: Bagi Warga Balangan Kalsel, Ziarah Kubur di Awal Ramadhan Tak Sekadar Pengingat Mati
Di hari biasa, Acil Ifit hanya mampu menjual belasan bungkus per hari. Namun saat momen ziarah massal seperti ini, penjualannya bisa melonjak.
“Kalau ramai bisa sampai 50 bungkus sehari,” ucapnya.
Bagi Acil Ifit, tradisi ziarah menjelang Idul Fitri bukan hanya soal menjaga hubungan dengan keluarga yang telah tiada, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil seperti dirinya.(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)