Ponpes Al Islah Bondowoso Salat Id dan Lebaran Hari Ini
Haorrahman March 20, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Ratusan jemaah dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat (20/3/2026).

Pelaksanaan salat Id ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah. Salat berjamaah dipusatkan di lapangan ponpes dan dimulai pukul 06.15 WIB.

Pimpinan Ponpes Al Islah, KH Thoha Yusuf Zakaria, menyebut jemaah yang mengikuti salat Id tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.

"Ada yang dari Sidoarjo, ada juga yang dari Bali. Masyarakat dan santri yang ikut ini datang dari berbagai macam daerah," ujarnya.

Baca juga: Kunjungi Puskesmas Raci, Mas Rusdi Pastikan Layanan Puskesmas 24 Jam Beroperasi Selama Lebaran

Metode Rukyat Global

Kiai Thoha menjelaskan, penentuan awal Ramadan dan Syawal di lingkungan ponpes menggunakan metode Ru’yat Hilal Global dan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Menurutnya, hilal telah terpantau di Alaska pada 17 Februari 2026, sehingga 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada 18 Februari 2026.

Untuk penentuan 1 Syawal, pihak ponpes kembali melakukan rukyatulhilal. Namun, pada hari ke-29 Ramadan, hilal tidak terlihat sehingga bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

Baca juga: Evaluasi Kemacetan Horor Arus Mudik, ASDP Siapkan Langkah Arus Balik Lebaran

"Maka kemarin adalah hari ke-30, dan hari ini adalah tanggal 1 Syawal yang bertepatan dengan tanggal 20 Maret," jelasnya.

Kiai Thoha menilai metode yang digunakan pada dasarnya memiliki kesamaan dengan pemerintah, yakni menyempurnakan bulan menjadi 30 hari ketika hilal tidak terlihat.

Namun, perbedaan muncul karena awal penetapan Ramadan yang tidak sama, sehingga Idulfitri di tingkat pemerintah dan sebagian organisasi masyarakat baru akan dirayakan pada hari berikutnya.

Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri, Kiai Thoha mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga sikap saling menghormati.

"Kita justru harus menjadikan perbedaan ini sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan. Perbedaan itu adalah rahmat," tambahnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.