TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Foto wajah lima pria warga negara asing yang disebut-sebut sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan keji terhadap Ihor Komarov beredar luas di media sosial dan diklaim berasal dari basis data Interpol.
Beredarnya foto ini menciptakan tanda tanya baru di tengah masyarakat, karena tidak semua inisial tersangka yang dirilis resmi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Bali terwakili dalam gambar tersebut.
Menanggapi beredarnya foto-foto yang menunjukkan wajah-wajah buron tersebut, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy buka suara.
Baca juga: 6 SAMPEL Tulang di Pantai Ketewel Dikirim ke Puslabfor Mabes Polri, Ini Motif Penculikan WNA Ukraina
Meskipun secara visual polisi belum mengafiliasi setiap wajah, jika data tersebut berasal dari Red Notice Interpol yang telah diterbitkan, maka validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
"Kalau (wajah-wajah,-Red) itu memang dirilis resmi interpol berarti benar," kata Kombes Pol Ariasandy kepada Tribun Bali, pada Jumat 20 Maret 2026.
Foto yang beredar secara daring menampilkan lima orang pria dengan identitas lengkap yang dituliskan Denis Galushko, Roman Melnyk, Vasily Nemesh, Nikola Petrik, dan Vladislav Khanov (beberapa nama tersangka tertulis dengan ejaan berbeda dari rilis polisi).
Baca juga: Komplotan Penculik WNA Ukraina Sewa Villa Di Tabanan Bali Sebulan Hanya Untuk Menyekap Sekejap
Berdasarkan keterangan resmi polisi sebelumnya, Polda Bali telah menetapkan enam orang WNA sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan inisial RM, VK, AS (nama samaran dari Nikola Petrik), VN, SM, dan DH (Denis Galushko/Denys Haluskho). Sementara foto yang beredar hanya menampilkan lima orang.
Dijelaskan pula asal WNA tersebut bahwa tersangka DH, RM dan MN berasal dari Ukraina, NP alias AS asal Rusia dan VK asal Kazakhstan.
Teks di atas foto secara eksplisit menyebutkan mereka adalah tersangka pembunuhan Ihor Komarov.
Peredaran foto ini dengan cepat menyita perhatian publik karena memberikan wajah pada nama-nama yang selama ini hanya dikenal lewat inisial.
Dari data yang beredar ini ada satu inisial tersangka yang tidak tercantum atau wajah yang berkaitan dengan inisial "SM" dalam foto yang beredar tersebut.
Meskipun nama seperti Roman Melnyk tampaknya cocok dengan inisial RM, dan Vasily Nemesh cocok dengan VN, sosok yang mewakili inisial "SM" tidak terlihat di antara lima pria di foto.
Hal ini tentu menimbulkan spekulasi mengenai identitas tersangka keenam tersebut dan status pencariannya.
Adapun kasus ini bermula dari penculikan Ihor Komarov, seorang warga negara Ukraina, yang terjadi di wilayah Kuta Selatan.
Tim gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar berhasil mengendus jejak para pelaku melalui analisis GPS mobil sewaan dan penemuan bercak darah yang identik di sebuah vila di Tabanan dan di dalam mobil Avanza yang disewa.
Penyelidikan ini membuahkan hasil dengan penangkapan seorang WNA berinisial C di NTB yang menggunakan paspor palsu untuk menyewa kendaraan tersebut, membuka jalan bagi polisi untuk mengidentifikasi enam tersangka utama.
Polda Bali saat ini tengah dalam proses berkoordinasi dengan Interpol untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Red Notice secara resmi, mengingat sebagian besar tersangka terdeteksi telah meninggalkan Indonesia. (*)