Permintaan Servis Mobil Membeludak Jelang Lebaran 2026, Perawatan Jadi Fokus Utama Bengkel
Dwi Prastika March 20, 2026 01:47 PM

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah bengkel mobil mulai diserbu pelanggan yang ingin memastikan kendaraannya dalam kondisi prima, Senin (16/3/2026).

Satu di antaranya terjadi di Prestige Auto Garage Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami lonjakan signifikan sejak awal Ramadan.

Owner bengkel, Sony, mengungkapkan, peningkatan jumlah pelanggan sudah terasa sejak awal puasa.

Bahkan, puncaknya diperkirakan terjadi sekitar dua minggu sebelum hari raya.

“Awal puasa sudah meningkat, dan biasanya puncaknya dua minggu sebelum Lebaran,” ujar Sony saat ditemui TribunMadura.com, Senin (16/3/2026).

Lonjakan tersebut bahkan mencapai dua kali lipat dibanding hari normal.

Kondisi ini membuat pelanggan harus melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum melakukan servis.

“Kalau dibanding hari biasa, kenaikannya bisa sampai 100 persen. Jadi sekarang harus booking dulu,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, bengkel tersebut rata-rata menangani 5 hingga 6 mobil per hari untuk pekerjaan ringan atau fast moving.

Namun saat ini, jumlah tersebut meningkat seiring tingginya permintaan servis.

Baca juga: Pemudik Wajib Cek Saldo e-Toll sebelum Berangkat untuk Hindari Antrean Panjang, Ini Cara Isi Saldo

Perawatan Berkala Jadi Pilihan Utama

Sony menyebutkan, jenis layanan yang paling banyak diminati pelanggan adalah perawatan berkala serta tune up untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal selama perjalanan jauh.

Ia menjelaskan, setiap kendaraan memiliki karakteristik perawatan yang berbeda, sehingga penanganannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing mobil.

“Setiap mobil punya ciri tersendiri, jadi penanganannya juga disesuaikan,” paparnya.

Keluhan yang umum ditemui menjelang mudik umumnya berkaitan dengan komponen yang mengalami keausan seiring pemakaian, seperti kaki-kaki, sistem pendingin (AC), serta kelistrikan.

Baca juga: Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk Bali Terurai H-3 Lebaran, Tak Ada Antrean Kendaraan

Waktu Tunggu dan Penyesuaian Operasional

Tingginya jumlah pelanggan membuat bengkel harus melakukan penyesuaian operasional. Mulai dari penambahan tenaga kerja hingga jam layanan.

Meski demikian, untuk pengerjaan servis berkala, rata-rata masih bisa diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam per kendaraan.

BENGKEL - Sejumlah kendaraan antre untuk diservis di Bengkel Prestige Auto Garage Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang arus mudik Lebaran, Senin (16/3/2026).
BENGKEL - Sejumlah kendaraan antre untuk diservis di Bengkel Prestige Auto Garage Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang arus mudik Lebaran, Senin (16/3/2026). (TribunMadura.com/Kevin Dimas Prasetya)

Namun, lonjakan ini juga memunculkan kendala tersendiri.

Bengkel terpaksa memprioritaskan pekerjaan ringan dibandingkan perbaikan yang membutuhkan analisa mendalam.

“Kalau bengkel sudah penuh, kita utamakan servis berkala. Karena kalau perbaikan keluhan butuh waktu lama, bisa mengganggu antrean yang lain,” ungkapnya.

Biaya Servis dan Kenaikan Sparepart

Menjelang Lebaran, harga sparepart juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan, yakni sekitar 5 persen.

Untuk biaya servis, pelanggan rata-rata mengeluarkan dana antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta, tergantung jenis perawatan yang dilakukan.

Risiko Jika Kendaraan Tak Diservis

Sementara itu, dari sisi teknis, mekanik di bengkel tersebut mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan kendaraan sebelum mudik.

Beberapa komponen utama yang wajib diperhatikan antara lain oli mesin, air radiator, sistem rem, aki, hingga kondisi ban.

Selain itu, bagian yang perlu mendapat perhatian lebih saat perjalanan jauh adalah sistem pendingin, kelistrikan, serta kampas rem, terutama pada kendaraan yang telah berusia di atas delapan tahun.

BENGKEL - Sejumlah kendaraan antre untuk diservis di Bengkel Prestige Auto Garage Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang arus mudik Lebaran, Senin (16/3/2026).
BENGKEL - Sejumlah kendaraan antre untuk diservis di Bengkel Prestige Auto Garage Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang arus mudik Lebaran, Senin (16/3/2026). (Istimewa/TribunMadura.com/Kevin Dimas Prasetya)

Jika kendaraan tidak diservis sebelum digunakan untuk perjalanan jauh, risiko yang muncul tidak bisa dianggap sepele.

“Bisa menyebabkan mesin cepat rusak, konsumsi bahan bakar jadi boros, hingga risiko mogok di jalan. Bahkan kerusakan bisa merembet ke komponen lain,” jelasnya.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, pemilik kendaraan diimbau untuk tidak menunda servis demi memastikan perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

Baca juga: LFNU Jawa Timur akan Gelar Rukyatul Hilal Penentuan Hari Raya Idulfitri 2026 di 42 Lokasi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.