TRIBUNNEWS.COM - Pakar hukum pidana Azmi Syahputra menyoroti berubahnya manuver ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar dalam kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Rismon selama ini vokal menyebut ijazah Jokowi palsu bersama pakar telematika Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), bahkan mereka sampai menerbitkan buku Jokowi's White Paper.
Ketiganya pun ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan langsung oleh Jokowi dan relawannya ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025).
Berkas perkara Rismon, Roy, dan Dokter Tifa sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebelum akhirnya dikembalikan, dan proses hukum masih bergulir.
Namun, Rismon kini memilih jalan yang berbeda dari Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Pria berdarah Batak tersebut dikabarkan mengajukan Restorative Justice (RJ/keadilan restoratif) kepada Polda Metro Jaya pada awal Maret 2026, sebagaimana telah diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Lalu, pada Kamis (12/3/2026), Rismon mendatangi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Usai pertemuan, Rismon menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan Jokowi atas tudingan ijazah palsu yang dilayangkannya.
"Tentu, saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," kata Rismon kepada wartawan setelah bertemu Jokowi, dikutip dari tayangan Live KompasTV.
Kemudian, pada Jumat (13/3/2026), Rismon menemui Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi yang juga ia tuding memiliki ijazah palsu.
Baca juga: Kuasa Hukum Roy Suryo Ragu Rismon Dapat Restorative Justice: Dia Kayak Robot yang Diremot dari Solo
Pertemuan ini terjadi di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat.
Singa Media Sosial Dijinakkan Jadi Kelinci
Pertemuan Rismon dengan Gibran ini pun mendapat tanggapan dari Azmi Syahputra, terlebih dengan adanya parcel berukuran besar yang diberikan oleh Gibran kepada Rismon.
Azmi memandang, ada perubahan mencolok dari sikap Rismon setelah mendapat parcel, dari yang dulunya ganas seperti singa dalam membahas ijazah palsu Jokowi dan vokal di media sosial, menjadi seolah-olah kini jinak bagai kelinci.
Ia pun menyentil tipe peneliti apa Rismon tersebut, lantaran dengan mudahnya mengubah hasil penelitiannya.
"Saya mau lihat, Bang Rismon ini 700 hari lebih dia menguasai sebagai singa media sosial," kata Azmi.
"Tapi, betapa cepatnya perubahan dari singa media sosial menjadi kelinci yang dijinakkan dengan parcel. Itu kan lucu ya."
"Jadi tipe peneliti kelas apa ini ya? Kalau kita lihat tadi 700 hari lebih berani dengan basis saintifik yang disampaikan."
Menurut Azmi, Rismon sudah banting setir, dari yang dulunya yakin 11.000 persen bahwa ijazah Jokowi palsu, kini justru banting setir mengakui ijazah Jokowi asli.
Azmi menilai, sikap Rismon yang meminta RJ juga sebagai sesuatu yang miris.
"Jadi, hari ini kita harus belajar satu hal penting bahwa taring singa yang diteriakkan oleh Bang Rismon yang terbiasa dengan 11.000 persen. Dia langsung 'banting setir,' kalau kata orang Medan," ujar Azmi.
"Sang orator berubah menjadi tipe karakteristik kelinci yang lebih memilih parcel dan hari ini mengeong untuk minta RJ. Miris."
Reaksi Gibran setelah Bertemu Rismon
Setelah pertemuan di Istana Wapres, Gibran menyampaikan bahwa langkah Rismon yang meninjau kembali pernyataan yang disampaikan ke publik menunjukkan kedewasaan dalam demokrasi.
Gibran pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya di bulan Ramadan ini, untuk saling memaafkan dan terus menjalin tali persaudaraan.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” tulis pemilik bisnis kuliner Markobar (Martabak Kota Barat) itu, Jumat (13/3/2026).
Namun, salah satu momen pertemuan Rismon dan Gibran sempat viral.
Momen berdurasi sekitar 30 detik itu menunjukkan Rismon yang sedang berdiri depan pintu Istana Wapres bersama Gibran, dan ada seseorang menyerahkan parcel berukuran besar kepada Rismon.
Gibran pun sempat ikut memegangi parcel itu saat Rismon menerimanya.
Namun, ketika Rismon memegangi parcel sendiri, Gibran terlihat mundur beberapa langkah, lalu bersama beberapa petugas langsung masuk ke gedung Istana Wapres dan pintu kembali ditutup rapat-rapat.
Video ini pertama kali diunggah oleh akun @NenkMonica di media sosial X (dulu Twitter), dengan narasi yang menimbulkan berbagai tafsir publik.
Unggahan tersebut menyoroti Rismon seolah diperlakukan seperti orang yang datang hanya untuk menerima bantuan, sebelum pintu ditutup kembali.
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
Sebelumnya, ada delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025) lalu, terkait laporan yang dilayangkan Jokowi, buntut tudingan ijazah palsu.
Namun, mereka yang ramai mempermasalahkan keabsahan ijazah Jokowi ini berada dalam kluster berbeda, dengan sangkaan pasal berbeda pula:
Klaster satu dengan tersangka Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, M Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis dijerat dengan Pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 UU ITE.
Klaster dua dengan tersangka Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma dijerat dengan Pasal 310 KUHP mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, serta Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1, Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1, Pasal 27A juncto Pasal 45 ayat 4, Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 UU ITE.
Rismon Hasiholan Sianipar kini menjadi tersangka kasus Jokowi ketiga yang mengajukan restorative justice.
Sebelumnya, dua tersangka dari klaster satu, yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis mengajukan restorative justice pada awal Januari 2026 lalu.
Setelah mekanisme RJ tersebut ditempuh, keduanya terlepas dari status tersangka, seusai mendapatkan SP3 yang diterbitkan oleh Polda Metro Jaya.
SP3 tersebut diketahui terungkap hanya sekitar satu minggu setelah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menyambangi kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (8/1/2026).
(Tribunnews.com/Rizki A.)