TRIBUNJATIM.COM - Inilah sosok Arifin, yang jalan kaki dari Bekasi ke Karawang demi jenguk ibunya yang sakit.
Pada Kamis (19/3/2026), ia tiba di Pos Pengamanan Mudik Kaizen, Karawang, Jawa Barat di Pos Pengamanan Mudik Kaizen, Karawang, Jawa Barat.
Mukanya tampak lelah dan menggendong ransel hitam serta bantal leher di tangan.
Setelah dipersilakan duduk, Arifin pun menyampaikan keluh kesahnya kepada petugas.
Baca juga: 2 Minggu Saeful Jalan Kaki ke Kebumen Tanpa Uang dan HP karena Kecopetan, Numpang Tidur di Masjid
Pemudik asal Pekanbaru itu rupanya telah berjalan kaki dari Bekasi ke Karawang karena kehabisan ongkos.
Ia mengaku nekat melakukan perjalanan jauh demi menjenguk sang ibu yang sedang terbaring sakit di Surabaya, Jawa Timur.
"Dari Sumatera, Pekanbaru mau jenguk ibu yang sakit di Surabaya," kata Arifin di Pos Pengamanan Kaizen pada Kamis.
Mendapat kabar ibunya sakit, dengan modal nekat dan berbekal pakaian yang dikemas dalam tas punggung, Arifin pun berangkat dari Riau dan tiba di Jakarta pada Kamis (19/3/2026).
Namun, setibanya di Jakarta, uang kantongnya habis.
Ia sempat menumpang kendaraan orang hingga sampai di wilayah Bekasi.
Dari sana, karena tidak memiliki biaya lagi, Arifin nekat berjalan kaki menyusuri jalanan hingga memasuki wilayah Karawang.
"Saya berjalan kaki dari Bekasi. Tapi kalau dari Medan ke Bekasi ada tumpangan," kata Arifin.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, penemuan pemudik yang kehabisan ongkos tersebut bermula saat anggota yang bertugas di pos pengamanan Kaizen melihat seseorang dengan kondisi kelelahan di pinggir jalan.
Petugas kemudian menghampiri dan membawanya ke pos.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan diajak berdialog, diketahui bahwa saudara kita ini hendak menuju Surabaya namun tidak memiliki ongkos sama sekali. Ia sudah berjalan kaki cukup jauh dari Bekasi hingga memasuki wilayah Karawang," ujar Wildan.
Mendengar cerita haru Arifin, petugas kepolisian atas perintah Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah langsung mengambil tindakan dengan membelikannya tiket bus menuju Surabaya serta memberikan uang saku.
Petugas juga mengantarnya langsung ke Terminal Klari.
"Kami sudah titipkan yang bersangkutan kepada kru PO bus agar dipastikan sampai ke tujuan dengan aman. Ini adalah bentuk pelayanan prima dan sisi kemanusiaan Polri dalam Operasi Ketupat, agar semua masyarakat bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga," kata Wildan.
Arifin pun tidak bisa menahan haru atas bantuan tersebut.
Ia tak henti mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Karawang sebelum melanjutkan perjalanannya menggunakan bus.
Pihak kepolisian mengimbau pemudik agar tidak memaksakan diri jika mengalami kendala dan segera melapor ke pos polisi terdekat.
Saeful Tony (63), pemudik asal Cikarang, Kabupaten Bekasi terpaksa jalan kaki selama dua minggu menuju kampung halamannya di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah.
Saeful terpaksa karena dirinya menjadi korban pencopetan.
Dompet berisi uang ongkos dan telepon genggamnya raib digasak pencopet.
Peristiwa itu dialami Saeful saat berada di sekitar Terminal Pasar Cikarang.
Tanpa modal sepeser pun dan kehilangan alat komunikasi, Saeful tidak menyerah.
Keinginannya yang kuat untuk menemui bibinya satu-satunya keluarga yang tersisa setelah istri dan anaknya meninggal dunia membuatnya memilih jalan kaki menyusuri jalur Pantura hingga ke wilayah Selatan Jawa.
Selama 14 hari, Saeful bertahan hidup dengan mengandalkan kebaikan warga untuk makan dan minum.
"Kalau malam istirahat di masjid. Ya alhamdulillah, selalu ada saja yang memberi makan," ujar Saeful saat ditemui di Terminal Tipe A Kota Banjar, Rabu (18/3/2026), dikutip dari Tribun Jabar.
Baca juga: Bawa Bekal Cilok yang Tak Laku, Asep Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis dan Berharap Tumpangan
Perjalanan panjang yang melelahkan itu akhirnya terhenti di wilayah Karang Kamulyan, Ciamis.
Kondisi Saeful yang tampak lunglai dan kebingungan menarik perhatian Aipda Agus Narto, anggota Propam Polres Ciamis yang sedang bertugas di pos pengamanan.
Mendengar cerita pilu tersebut, Aipda Agus langsung bergerak cepat.
Ia tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga menanggung seluruh biaya perjalanan Saeful.
"Beliau terlihat kebingungan menoleh kanan-kiri. Ternyata sudah jalan kaki dua minggu dari Cikarang. Sudah kewajiban kita saling membantu, apalagi momen mudik seperti ini," kata Aipda Agus.
Aipda Agus mengantar Saeful ke Terminal Banjar, membelikan tiket bus menuju Kebumen, serta memberikan bekal uang tunai agar Saeful tidak lagi terlantar di jalan.
Berkat respons cepat petugas kepolisian, Saeful kini dipastikan bisa merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan layak, tanpa harus melanjutkan sisa perjalanan dengan berjalan kaki.