GMNI Kupang Salurkan Bantuan Sosial di Rumah Singgah Jelang Dies Natalis ke-72
Eflin Rote March 20, 2026 04:45 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Menyongsong Dies Natalis ke-72, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial bagi pasien di Rumah Singgah Yayasan Ratu Pecinta Damai, Naikoten, Kota Kupang, Kamis 19 Maret 2026.

Rilis yang diterima oleh POS-KUPANG.COM (20/3/2026) Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan Dies Natalis GMNI ke-72, yang diisi dengan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kaum marhaen yang sedang mengalami sakit.

Rumah singgah tersebut diketahui dihuni oleh puluhan pasien rawat jalan bersama keluarga pendamping yang berasal dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Para pasien menjalani pengobatan di Kota Kupang dengan beragam riwayat penyakit.

Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kader GMNI dalam mengamalkan nilai ideologi dan organisasi yang berpihak kepada kaum marhaen.

“Aksi ini adalah bentuk kesadaran kader terhadap realitas sosial masyarakat. Sakitnya kaum marhaen harus menjadi sakit seluruh kader GMNI yang berkorps pejuang pemikir dan pemikir pejuang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pengelola rumah singgah dan keluarga pasien. Dari hasil koordinasi tersebut, GMNI melihat bahwa para pasien tidak hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga menghadapi keterbatasan ekonomi selama menjalani pengobatan di Kupang.

Menurutnya, kehadiran GMNI memang tidak dapat secara langsung menyembuhkan penyakit yang diderita pasien, namun setidaknya dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari pasien dan keluarga pendamping.

Selain menyalurkan bantuan logistik, para kader GMNI juga menyempatkan diri berdialog dengan pasien serta memberikan dukungan moril agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan.

Jacson juga mendesak pemerintah daerah asal pasien agar lebih memperhatikan warganya yang sedang menjalani pengobatan di Kota Kupang, khususnya dengan memberikan intervensi anggaran dan fasilitas yang memadai.


Ia berharap, adanya perhatian dari pemerintah daerah dapat membantu meringankan beban pasien yang menjadikan rumah singgah sebagai tempat tinggal sementara selama masa perawatan. (uan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.