TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya saat menegur Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
Teguran itu agar Rosan tidak menyusun laporan asal-asalan hanya untuk menyenangkan dirinya.
Cerita itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan mengenai siapa yang dianggap membuat “laporan asal bapak senang” pada Tasyakuran 1 Tahun Danantara.
“Karena itu kemarin waktu di Danantara, laporan pertama, Pak satu tahun (Danantara) hasilnya bagus, begini, begini, begini,” ujar Prabowo dalam tayangan Youtube Presiden Prabowo Menjawab, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Pemuda 19 Tahun Pimpin 2.000 Jemaah Muhammadiyah di Masjid Baitur Rahmah
Ia menegaskan langsung kepada Rosan: “Saya kejar dia, you (Rosan Roeslani) laporan benar nggak, you jangan nyenengin saya, ini saya pegang loh, saya ini bertanggung jawab atas Danantara.”
Prabowo menekankan bahwa dirinya tidak menginginkan laporan yang sekadar menyenangkan hati pimpinan, karena menurutnya, pemerintahan yang baik tidak takut menghadapi kesulitan.
“Kalau pemimpin yang unggul liat kesulitan, harus dikejar kesulitan, trust to the problem,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah memberikan peringatan keras kepada para menteri agar tidak menyampaikan laporan palsu atau sekadar menyenangkan hati pimpinan.
“Jangan main-main lagi dengan saya, laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” ungkapnya pada acara Tasyakuran ke-1 Danantara Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Meski begitu, Prabowo mengapresiasi laporan mengenai kinerja Danantara yang dianggap positif meski baru berusia satu tahun.
“Kita bersyukur manajemen satu tahun ini sudah membuktikan, bahwa dengan manajemen yang baik, pengelolaan yang baik, terutama dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan, saya dapat laporan, mudah-mudahan di laporan benar,” ujarnya.(*)