BANJARMASINPOST.CO.ID - Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru Banua, menandakan berakhirnya bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Dalam suasana yang fitri ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) turut merayakan kemenangan spiritual umat Muslim.
Melalui Kepala Dinas, Hj Sri Mawarni SSos M.Si, segenap keluarga besar Dispersip menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M kepada seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Menjaga Warisan Budaya Bangsa, Dispersip Kalsel Sosialisasi Penanganan Naskah Kuno
Idulfitri bukan sekadar ritual perayaan tahunan, melainkan momentum untuk kembali ke fitrah atau kesucian.
Sebagaimana pesan yang tertuang dalam ucapan tersebut, "Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin," ada harapan besar untuk saling memaafkan atas segala kekilafan yang mungkin terjadi dalam interaksi sosial sehari-hari.
Dispersip Kalsel memandang bahwa kejernihan hati adalah fondasi utama dalam membangun sinergi demi kemajuan daerah.
Pesan menyentuh yang disampaikan, "Selembut embun di pagi hari, begitulah harapan akan maafmu," menggambarkan betapa pentingnya kerendahan hati.
Bagi instansi yang mengelola literasi dan kearsipan, nilai-nilai kemanusiaan ini sangat relevan.
Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama agar program-program peningkatan minat baca dan penyelamatan memori kolektif bangsa dapat berjalan dengan optimal.
Di tahun 2026 ini, Dispersip Kalsel terus berkomitmen untuk mewujudkan visi "Literasi Maju, Banua Cerdas!"
Momen lebaran ini menjadi pengingat bahwa kecerdasan intelektual haruslah dibarengi dengan kecerdasan emosional dan spiritual.
Dengan hati yang bersih pasca-Ramadan, diharapkan semangat masyarakat untuk menggali ilmu pengetahuan melalui perpustakaan semakin meningkat demi masa depan Kalimantan Selatan yang lebih gemilang.
Hj Sri Mawarni menekankan bahwa pintu maaf harus dibuka seluas-luasnya, sebagaimana Dispersip selalu membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkarya.
Beliau menyadari bahwa dalam menjalankan tugas pelayanan publik, mungkin terdapat tutur kata yang sempat menjadi duri atau laku yang menyisakan luka. Oleh karena itu, permohonan maaf ini tulus disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Banua.
Perayaan Idulfitri kali ini juga menjadi ajang refleksi bagi Dispersip untuk terus berinovasi.
Sebagai lembaga yang menjaga sejarah melalui kearsipan,
Dispersip ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan di Kalimantan Selatan tercatat dengan baik dan dapat diakses oleh generasi mendatang.
Semangat "Kalsel Bekerja" yang diusung pemerintah provinsi menjadi bahan bakar untuk terus memberikan pelayanan prima di bidang perpustakaan.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti UNESCO untuk Geopark Maratus juga menunjukkan bahwa literasi di Kalimantan Selatan telah merambah ranah global.
Idulfitri menjadi jeda sejenak untuk mensyukuri segala capaian tersebut sambil menyusun strategi baru untuk tantangan di masa depan.
Keseimbangan antara menjaga tradisi religius dan mengikuti kemajuan zaman adalah ciri khas masyarakat Banua yang religius namun tetap modern.
Sebagai penutup, seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan mendoakan agar kegembiraan lebaran ini membawa keberkahan bagi semua.
Mari kita jadikan Hari Raya Idulfitri 1447 H ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih literat, dan lebih peduli terhadap sesama.
Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin dari kami untuk seluruh warga Kalimantan Selatan. (AOL)