Dari Tabanan Bali, Ibu Ini Ajak Tiga Anaknya Lihat Langsung Ogoh-Ogoh Tainsiat: Ingin Lihat Aslinya
Putu Dewi Adi Damayanthi March 20, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Puluhan masyarakat datangi Banjar Tainsiat, Denpasar, Bali, pada momen Ngembak Geni, Jumat 20 Maret 2026. 

Warga berdatangan usai ogoh-ogoh gajah tersebut batal diarak ke Catur Muka pada Malam Pengerupukan, Rabu 18 Maret 2026.

Kebanyakan warga yang datang merupakan orangtua dan anak-anaknya. 

Mereka melakukan swafoto dengan ogoh-ogoh gajah Tainsiat, ada juga warga yang menyentuh ogoh-ogoh Tainsiat karena penasaran dengan struktur ogoh-ogoh tersebut. 

Baca juga: TERUNGKAP! Ini Penyebab Ogoh-ogoh Tainsiat Denpasar Batal Diarak ke Catur Muka

Tak hanya warga Kodya, warga dari luar Kota pun antusias datangi Banjar Tainsiat seperti Putu Suparmini (39) asal Marga Tabanan.

Putu berangkat dari Marga Tabanan bersama ketiga anaknya ke Banjar Tainsiat Denpasar pada pukul 11.00 pagi.

“Memang sengaja datang lihat ogoh-ogoh (Tainsiat) sama tiga anak saya dari Marga,” jelas, Putu pada Jumat 20 Maret 2026.

Setibanya di Banjar Tainsiat Putu, bersama anak-anaknya pun langsung mengabadikan momen dengan mengambil foto bersama ogoh-ogoh Tainsiat.

“Anak-anak saya ingin lihat aslinya ogoh-ogoh Tainsiat selain dari media, karena viral juga di sosial media,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ogoh-ogoh Gajah 1948 karya Sekaa Teruna (ST) Yowana Saka Bhuawana Banjar Tainsiat batal diarak ke Catur Muka Denpasar pada Rabu 18 Maret 2026.

Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, Putu Alvin Pratama Putra selaku Ketua 1 ST Yowana Saka Bhuawana menuturkan, mulanya hal tersebut disebabkan karena salah satu rangka ogoh-ogoh gajah patah.

“Karena dari rangkanya patah jadi keputusan terakhir setelah diperbaiki di lapangan Akhirnya tidak bisa lagi untuk jalan. Jadi ya sudah kita putusin balik mundur saja, daripada nanti kenapa-kenapa lagi di Catur Muka dan jam operasionalnya sudah lewat,” jelasnya pada, Jumat 20 Maret 2026.

Sebetulnya ogoh-ogoh Banjar Tainsiat sudah dikeluarkan dari Banjar pada pukul 18.00 Wita. Lalu dilanjutkan dengan mempersiapkan pengarakan dan mulanya diprediksi pukul 20.00 Wita, ogoh-ogoh gajah dapat diarak menuju Catur Muka.

“Saat ogoh-ogohnya di luar (banjar) langsung ambruk. Ya gimana diluar prediksi banget tuh pokoknya sudah plan dari sebelum-sebelumnya kita keluar jam 18.00, berangkat jam 20.00,” katanya.

Lebih lanjutnya, ia menuturkan setelah ogoh-ogoh berhasil diperbaiki pada pukul 00.00 Wita, kembali ogoh-ogoh mengalami masalah hingga pukul 01.00 dini hari saat itu juga para anggota ST mengambil keputusan bersama yang akhirnya ogoh-ogoh gajah kembali dibawa ke Banjar Tainsiat.

“Awalnya memang mau diarak sampai Catur Muka. Setelah melihat kejadian itu jadi kita memutuskan kesepakatan bersama bilang ya sudah tarik mundur saja. Daripada makin kecewa kan nanti tidak ada yang dapat melihat gerakannya (ogoh-ogoh),” imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.