TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tragedi memilukan mewarnai perjalanan mudik seorang prajurit muda TNI AL asal Baubau, inisial MAS (19), dan kakaknya, MM (22), pegawai kontrak rumah sakit di Kendari.
Niat tulus untuk merayakan momen lebaran Idulfitri di kampung halaman berakhir dalam kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa keduanya.
Kecelakaan terjadi di Jalan Poros Kendari-Kolono, Desa Mekar Jaya, Konawe Selatan, Kamis (19/3/2026) pagi.
MAS baru saja mengawali pengabdiannya sebagai abdi negara.
Ia terbang langsung dari Surabaya menuju Kendari, demi menjemput sang kakak yang bekerja sebagai pegawai kontrak di Rumah Sakit Dr Ismoyo.
Dengan berboncengan motor, keduanya menempuh jalur darat menuju Pelabuhan Amolengo, titik penyeberangan yang seharusnya membawa mereka pulang ke pelukan keluarga di Kota Baubau.
"Bulan dua lalu kayaknya dia diwisuda (dilantik). Dari Surabaya Agung naik pesawat turun di Kendari mau pulang ke Baubau pakai motor sama kakaknya, kecelakaan sebelum penyeberangan Fery," tutur RS, tante korban, yang masih terpukul mengingat keponakannya baru saja mengenakan seragam kebanggaan TNI AL selama satu bulan terakhir.
Baca juga: Lama Merantau, Kakak Adik Asal Baubau Meninggal Usai Kecelakaan Tunggal Perjalanan Pulang di Konsel
Nahas, perjalanan tersebut terhenti secara tragis di Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan.
Kasat Lantas Polres Konawe Selatan, Iptu Muhammad Subhan, menjelaskan kendaraan yang dikemudikan Agung melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Motor tersebut menghantam keras konstruksi jembatan atau duiker di sisi jalan yang mengakibatkan benturan fatal.
"Awalnya sepeda motor yang dikendarai saudara Agung bergerak dari arah Kendari menuju arah Kolono dengan kecepatan tinggi. Namun saat melintasi Desa Mekar Jaya, pengendara kehilangan kendali sehingga sepeda motor bergerak ke arah kiri kemudian menabrak jembatan," ujar Iptu Muhammad Subhan.
Benturan tersebut seketika merenggut nyawa MM di lokasi kejadian dengan luka serius pada bagian kepala.
Sementara itu, MAS sempat dilarikan ke fasilitas medis terdekat sebelum akhirnya menyusul kepergian sang kakak.
"Korban Mutiara meninggal di tempat, sedangkan saudara Agung meninggal dunia di Puskesmas Moramo setelah sempat dievakuasi dari TKP," tambah Subhan.
Kini, kepulangan yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi iring-iringan jenazah.
Baca juga: Isak Tangis Keluarga Sambut Jenazah Kakak Adik Asal Baubau Korban Kecalakaan Maut di Konawe Selatan
Kedua bersaudara asal Desa Wangkanapi, Kecamatan Wolio, tersebut dipulangkan melalui Pelabuhan Amolengo menggunakan ambulans yang menyeberang dengan kapal feri menuju Pelabuhan Murhum, Baubau.
Perjalanan laut selama lima jam itu menjadi saksi bisu berakhirnya janji setia sang prajurit muda untuk pulang menemui keluarganya.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)