Usai Bertemu Megawati, Presiden Prabowo Tutup Seribuan Dapur MBG hingga Malam Takbiran di Sumut
AbdiTumanggor March 20, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026) siang kemarin. 

Pertemuan ini turut disampaikan Presiden Prabowo melalui Instagram. "Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, Kamis (19/3/2026).

Pertemuan ini menjadi pertemuan keempat mereka, setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 silam. Bahkan dalam dua pertemuan di antaranya, Prabowo dan Megawati menunjukkan kedekatan yang memang sudah terjalin sejak lama.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut, Megawati menceritakan bahwa momen tersebut merupakan pertemuan dua orang teman lama yang sudah lama tidak duduk bersama.

"Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam," kata Hasto dalam keterangannya dikutip dari Tribunnews, Kamis.

Menurut Hasto, kehadiran Puan mempertegas sinyal komunikasi politik yang cair antara kedua belah pihak di level tertinggi pemerintahan.

Meski dibalut dengan suasana kekeluargaan, Hasto tak menampik bahwa ada hal-hal strategis yang dibicarakan oleh kedua pemimpin tersebut.

Pertemuan dua jam itu nyatanya juga menjadi ruang diskusi serius mengenai persoalan bangsa, negara, hingga dinamika geopolitik global. "Dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik," ungkap Hasto.

Hasto menambahkan, dalam diskusi itu, Prabowo tampak menyerap pengalaman luas Megawati saat menjabat sebagai Presiden ke-5 RI, terutama saat membawa Indonesia keluar dari krisis multidimensional.

Prabowo dan Megawati mendiskusikan pentingnya sense of priority dan sense of urgency dalam pengambilan kebijakan negara. 

Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan melihat pertemuan ini sebagai manifestasi dari kultur bangsa Indonesia, yakni gotong royong. Menurutnya, dialog dan musyawarah antarpemimpin bangsa adalah hal yang sangat diperlukan demi kepentingan rakyat dan negara.

"Pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa untuk saling berdialog, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," tandasnya.

Megawati Kritik Pelaksanaan Program MBG

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meskipun menyatakan dukungan terhadap tujuan program, Megawati menyoroti anggaran per porsi sebesar Rp10.000, yang menurutnya tidak realistis untuk menghasilkan makanan bergizi.

Presiden RI ke-5 itu pun meragukan apakah anggaran tersebut mampu menyediakan makanan dengan nilai gizi yang cukup untuk anak-anak dan ibu hamil. Ia meminta Presiden Prabowo untuk menghitung kembali anggaran program agar lebih realistis dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Kritikan ini disampaikan secara terbuka dan menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai bagian dari penyeimbang pemerintah, serta diharapkan sebagai bentuk koreksi agar program berjalan baik.

Baca juga: Terbaru Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Sebut 1.000 Lebih SPPG Di-suspend karena Bermasalah, Ajak Publik Ikut Awasi Kualitas MBG

Setelah melakukan pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri, Presiden Prabowo Subianto menyebut lebih dari 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)  diberhentikan sementara atau di-suspend.

Langkah tegas ini diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi. Sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Presiden Prabowo menegaskan, kebijakan menghentikan sementara ini bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

Ia menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

“Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo, Kamis (19/3/2026).

Prabowo memastikan, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik.

Menurut Prabowo, kritik justru dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa. 

“Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” lanjutnya.

Kepala Negara menegaskan, penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan. “Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. “Yang sudah di-suspend, 1.030,”tegasnya.

“Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau tidak beres ditutup,"ujarnya.

Selain itu, kata Presiden, setiap dapur MBG diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung dihentikan sementara hingga dilakukan perbaikan.

Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan.

Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran. Karena itu, Prabowo mengajak publik untuk terlibat dalam pengawasan. 

“Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain,” tegasnya.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam tata kelola program. Yakni meninggalkan praktik laporan yang tidak sesuai fakta. “Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Malam Takbiran di Sumut dan Shalat Idul Fitri di Aceh

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menghadiri malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Sumatera Utara, pada Jumat (20/3/2026) malam.

Pada malam takbiran ini, Presiden Prabowo akan didampingi Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan tiba di Lanud Soewondo Medan sekitar pukul 17.00 WIB.

Seusai dari Sumut, Presiden Prabowo direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk melaksanakan shalat Idulfitri bersama warga serta meninjau korban terdampak banjir bandang pada Sabtu (21/3/2026) pagi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan Presiden RI Prabowo Subianto akan mengikuti kegiatan malam takbiran di Medan, Sumatera Utara. 

"Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara. InsyaAllah (Presiden Prabowo) akan salat Idul Fitri di Aceh besok pagi," ujar Teddy dalam keterangannya pada Jumat (20/3/2026) dikitip dari Kompas.com.

Teddy menjelaskan bahwa setelah dari Medan, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Aceh pada paginya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri bersama warga setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari agenda kepresidenan dalam merayakan hari kemenangan di wilayah ujung barat Indonesia tersebut. 

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Inilah Isi Pertemuan Terbaru Presiden Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.