TRIBUNGORONTALO.COM — Besok, Sabtu, 21 Maret 2026, umat Muslim akan melaksanakan Salat Idul Fitri pada pagi hari.
Perayaan ini menjadi titik puncak dari ibadah Ramadan, sekaligus momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan jamaah di sekitarnya.
Suasana sholat di masjid, mushola, atau lapangan terbuka dipenuhi rasa khidmat dan sukacita, menandai kemenangan setelah sebulan menjalankan puasa dan memperbanyak amal ibadah.
Usai salat, dianjurkan untuk membaca doa khusus sebagai penutup ibadah hari raya.
Doa ini memiliki fungsi penting: memohon agar segala amal ibadah Ramadan mulai dari puasa, zakat, hingga dzikir diterima oleh Allah SWT.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Halal bi Halal oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Lebih dari itu, doa ini menjadi momen mustajab untuk memohon rahmat, ampunan, dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta orang tua.
Pada tahun 2026, kesadaran umat untuk menghidupkan tradisi doa setelah Idul Fitri semakin tinggi, melihatnya bukan sekadar formalitas, tetapi kesempatan memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Berikut bacaan doa salat Idul Fitri lengkap beserta teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia:
Baca juga: Pengurus Masjid Agung Kota Gorontalo Siapkan Salat Idul Fitri, Antisipasi Membludaknya Jemaah
Dalam Bahasa Arab
والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، برحمتك يا أرحم الراحمين.
Latin
Allahumma aj‘alna min ‘uwwadihi, wa waffiqna lima tuhibbu wa tardha, waghfir lana dhunubana, waliwalidina, walijami‘i al-muslimina wal-muslimat, wal-mu’minina wal-mu’minat, al-ahya’i minhum wal-amwat, birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali dan berulang meraih kemenangan. Tunjukkanlah kami kepada apa yang Engkau cintai dan ridai. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”
1. Muhammadiyah
Tanggal: Jumat, 20 Maret 2026 (1 Syawal 1447 H).
Waktu Sholat Id: Umumnya dimulai pukul 06.30–07.00 pagi di seluruh masjid dan lapangan.
Metode penetapan: Hisab hakiki wujudul hilal, sehingga kepastian sudah diumumkan jauh hari.
2. Pemerintah (Kemenag RI)
Tanggal: Menunggu hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026.
Prediksi: Karena hilal diperkirakan belum terlihat pada 29 Ramadan, maka Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Waktu Sholat Id: Sekitar 06.30–07.00 pagi sesuai jadwal resmi Kemenag di tiap daerah.
3. Nahdlatul Ulama (NU)
Tanggal: Sama dengan Pemerintah, menunggu rukyat hilal.
Prediksi: 21 Maret 2026 sebagai 1 Syawal.
Waktu Sholat Id: Pagi hari sekitar 06.30–07.00.
a. Imam: Ushalli sunnatal ‘idil fitri rak’ataini lillahi ta’ala
b. Makmum: Ushalli sunnatal ‘idil fitri rak’ataini ma’al imami lillahi ta’ala
c. Sendiri: Sama dengan niat imam, cukup diucapkan dalam hati.
(*)