TRIBUNBATAM.id, PURWOREJO – Suasana sore yang tenang di Desa Tasikmadu, Kecamatan Pituruh, mendadak berubah menjadi kepanikan massal setelah dua kali ledakan keras mengguncang permukiman warga, Jumat (20/3/2026).
Dentuman yang terdengar sekitar pukul 15.55 WIB itu begitu kuat hingga membuat tanah bergetar.
Warga yang terkejut langsung berhamburan keluar rumah, sebagian bahkan berlari ke arah persawahan untuk menyelamatkan diri.
Sumber ledakan diketahui berasal dari sebuah rumah milik warga bernama Rohiman. Bangunan tersebut hancur parah, diduga akibat aktivitas perakitan mercon yang berujung petaka.
Salah satu saksi, Eri (47), mengaku sempat mendengar dua kali ledakan beruntun sebelum situasi berubah kacau.
“Tiba-tiba dengar ‘dar, dar’ dua kali, keras sekali. Getarannya terasa, kami langsung panik,” ujarnya.
Saat mendekat ke lokasi, Eri melihat sejumlah korban dalam kondisi terluka. Beberapa di antaranya berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari titik ledakan.
Baca juga: Teriakan Memecah Keheningan, Ledakan Misterius Akibatkan 1 Bocah SD Tewas dan 2 Luka di Semarang
“Ada yang lari ke sawah. Saya lihat satu korban, Pratama, lukanya cukup berat, langsung kami bawa ke rumah sakit,” katanya.
Di tengah kepanikan, warga berupaya melakukan pertolongan seadanya. Api dan asap tebal sempat membumbung dari lokasi, memaksa warga memadamkannya dengan air yang tersedia.
“Semua spontan. Kami siram api pakai air seadanya, yang penting tidak makin besar,” tambah Eri.
Sementara itu, Agus, keluarga korban, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar saat dirinya berada di luar rumah.
“Langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keponakan saya,” katanya.
Sebagian besar korban dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Beberapa di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang.
Akibat ledakan tersebut, rumah yang menjadi lokasi kejadian mengalami kerusakan berat. Bagian dalam bangunan hangus terbakar, sementara material rumah berserakan di sekitar lokasi.
Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Saat ini kami masih mendata korban dan menyelidiki penyebab pasti ledakan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras, terutama menjelang Lebaran, di mana aktivitas pembuatan mercon ilegal kerap meningkat dan berisiko tinggi bagi keselamatan.
Sumber: Kompas