Pawai Takbiran di Sangihe 2026 Berlangsung Meriah, Bupati Ajak Perkuat Persaudaraan
Alpen Martinus March 20, 2026 10:52 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SANGIHE– Suasana khidmat bercampur kebersamaan terasa begitu kuat dalam pelaksanaan Pawai Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (20/03/2026).

Kegiatan yang diawali dari halaman Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe ini diikuti ratusan warga Muslim dari empat kecamatan.

Sepanjang rute yang dilalui, gema takbir berkumandang meriah, menciptakan nuansa religius yang menyentuh hati masyarakat yang turut menyaksikan.

Baca juga: Ini Rute Pawai Takbiran yang Ditetapkan Polres Sangihe di Tiga Kecamatan

Kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Cherry Thungari Soeyoenus, menjadi daya tarik tersendiri.

Keduanya tampak membaur dengan peserta pawai, bahkan ikut serta menggunakan kendaraan roda dua, sehingga menambah semangat dan kekompakan warga.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut hadir, di antaranya Kapolres Sangihe AKBP Abdul Kholik, Komandan Lanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, Letkol Laut (P) Yan Sembiring, Dandim 1301/Sangihe, serta perwakilan dari Kejaksaan dan Pengadilan Tahuna.

Tak hanya itu, Ketua Umum Sinode GMIST Pdt. Welman Boba juga tampak hadir, mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa pawai takbiran bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol perjalanan spiritual umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

“Pawai takbiran ini merupakan simbol perjalanan spiritual menuju kemenangan sejati setelah sebulan penuh berproses di bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan momen ini sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kehidupan yang luhur, seperti kebersamaan, gotong royong, kesederhanaan, serta kepedulian sosial.

Menurutnya, gema takbir yang dikumandangkan hendaknya mampu menggugah kesadaran untuk saling berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Bupati mengajak generasi muda untuk memaknai takbiran tidak hanya sebagai lantunan ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, seperti menjunjung kejujuran, bekerja keras, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sebagai wilayah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan dan berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik, masyarakat Sangihe dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat jati diri sebagai masyarakat religius dan berbudaya.

“Kita harus mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan dalam membangun Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kita cintai bersama,” pungkasnya. (EDU)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.