Niat Mandi Idul Fitri Sebelum Shalat Ied, Buya Yahya Ingatkan Amalan Sunah Lain
M.Risman Noor March 20, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri, mandi terlebih dahulu.

Bagaimana mandi sesuai sunah yang dianjurkan sehingga mendapatkan pahala?

Menyambut hari nan fitri, seluruh umat muslim disunnahkan menggelar shalat ied atau shalat Idul Fitri.

Sebelum dan sesudah menunaikan shalat Idul Fitri, maka hendaknya mengerjakan amalan-amalan sunnah agar mendapat pahala dan keutamaan.

Salah satu amalan di Hari raya Idul Fitri adalah mandi sunnah hari Raya.

Amalan sunnah yang pertama sebelum umat Islam berangkat shalat Idul Fitri yaitu mengerjakan mandi terlebih dahulu. Hal ini diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana keterangan hadist shahih.

Baca juga: Malam Lebaran, Bundaran Banjarbaru Dipadati Warga dan Pesta Kembang Api

Baca juga: Salat Id di Sabilal Muhtadin Banjarmasin Dipusatkan di Halaman, Daya Tampung Capai 40 Ribu Jamaah

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ‘ied.

Tata Cara Mandi Sunah Hari Raya Idul Fitri

1. Membaca Bismillah

2. Berwudhu sebelum Mandi

3. Berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung

4. Membaca dua kalimat syahadat

5. Membasuh kotoran yang menempel pada tubuh

6. Menghadap kiblat apabila mandi tidak dalam keadaan tanpa busana

7. Membasuh dua sampai tiga kali

8. Meletakkan tempat air yang besar di sebelah kanan dan yang kecil sebelah kiri

9. Berada di tempat yang bisa terhindar dari percikan air

10. Tidak meminta bantuan orang lain kecuali udzur

11. Membasuh dari bagian atas dan dahulukan yang kanan

Bacaan niat Mandi Sunnah Hari Raya Idul Fitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIYAUMI 'IIEDIL FITHRI SUNNATAN LILLAAHI TA'ALAA

Artinya: Sengaja saya Mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta'ala.

Selain Mandi, umat Muslim yang hendak berangkat menunaikan shalat Idul idul fitri disunnahkan untuk memakai wangi-wangian.

Untuk menyempurnakan penampilan, umat Muslim disunnahkan pula untuk memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak. Ini bertujuan untuk memperoleh keutamaan di hari raya.

Baca juga: Gema Takbir Berkumandang hingga Beragam Lampu Hias, Suasana Malam Idul Fitri 1447 H di Banjarmasin

Buya Yahya menuturkan, diriwayatkan Abdulllah bin Umar dan pendapat Mazhab Syafi'i yang menyatakan terdapat sejumlah amalan sunnah sebelum berangkat menunaikan shalat Idul Fitri.

1. Mandi sebelum pergi ke tempat sholat

"Disunnahkan mandi di dua hari raya, dan kesunnahan ini tidak ada khilaf di dalamnya," terang Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

2. Berhias dan memakai baju yang bagus

Di hari Idul Fitri, umat muslim sebaiknya memakai baju yang bagus dan berhias, sebagaimana siap menyambut hari kemenangan.

Buya Yahya menjelaskan kisah Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Umar Bin Khattab RA mengenai baju atau jubah baru di hari Raya.

"Sayyidina Umar membawakan Nabi SAW jubah yang dikenakan atau berdandan di hari Raya dan menyambut tamu. Jubah tersebut dari kain sutra," tutur Buya Yahya.

Menanggapi hal itu, Nabi Muhammad SAW pun menolaknya dan berkata, orang yang memakai kain dari jubah tersebut adalah orang yang tidak mendapatkan kebaikan di akhirat.

Buya Yahya menegaskan tidak boleh memakai baju berjenis kain sutra bagi laki-laki muslim.

"Nabi SAW menolak bukan karena berdandannya, tapi sutra yang dipakai kaum laki-laki," ujarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Saat Idul Fitri 1447 H 21 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan

3. Makan sebelum ke tempat sholat

"Jadi makan dulu, jangan seperti orang berpuasa," ucapnya.

Disunnahkan makan dahulu agar menjadi pembeda dengan hari sebelumnya, atau disaat hari puasa Ramadhan.

Ia menjelaskan, puasa di Hari Raya hukumnya haram, karena itu sejak pagi hendaknya tidak ada yang puasa walaupun sebentar, dan harus makan minimal kurma.

4. Jalan kaki menuju tempat sholat

Sunnah berikutnya adalah berjalan kaki saat menuju tempat sholat dan tidak disunnahkan memakai kendaraan apapun.

"Kalau naik kendaraan itu tidak haram, hanya sunnah saja jalan kaki,” ucap Buya Yahya.

5. Shalat dua rakaat

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid, maka disunnahkan untuk sholat sunnah dua rokaat terlebih dahulu.

6. Mengambil jalan yang berbeda

Disunnahkan mengambil satu jalan saat berangkat sholat Idul Fitri dan pulang di jalan yang berbeda.

“Kalau jalannya itu itu saja nanti jalan yang lain tidak kelewatan, dan kalau tidak kelewatan nanti tidak ada syiar disana,” ucap Buya Yahya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.