MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ulama kelahiran Rappang, Sidrap, AGH Prof Dr Umar Shihab MA (1939-2026), meninggal dunia dengan tenang di Jakarta, Jumat (20/3/2026) malam.
Kakak kandung mufassir Prof Dr M Quraish Shihab (82) dan Prof Dr M Alwi Shihab (80) ini meninggal di usia 86 tahun, usai shalat Isya.
Saat menjabat Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI, 1998-2015), sarjana syariah IAIN Alauddin Makassar (1966) ini, senantiasa jadi pembela kelompok Syiah.
Meski saat itu, banyak ulama MUI menyebut ajaran Syiah masuk Kategori sesat.
Dalam sebuah diskusi Sunni - Syiah di kantor MUI di Jakarta, awal tahun 2012 silam, alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini, menegaskan sikapnya.
“Yang mau anti Syiah silahkan, yang mengatakan Syiah sesat silahkan. Itu pilihan masing-masing. Tapi menurut saya Syiah tidak sesat,” tandasnya seperti dilansir Eramuslim.com, di Kantor MUI, Senin (20/1/2012).
Umar Shihab berdalih, otoritas kerajaan Arab Saudi, justru memberi penghormatan ke kelompok yang besar dan berkembang di Iran ini.
“Saudi Arabia sendiri saja mengakui Syiah, padahal mereka negara Wahabi. Saya sendiri menghadiri beberapa kegiatan Muktamar Alam Islami yang berpusat di Mekkah disana juga hadir perwakilan ulama syiah,” tandasnya.
Dalam penyelenggaran ibadah haji. “Ketika ibadah haji disiapkan bus khusus untuk kaum Syiah oleh pemerintah Saudi,” ujarnya.
Dalam dialog itu, Wakil Ketua Komisi Luar Negeri MUI, Ustadz Zaytun Rasmin, yang kini menjabat ssnagai Ketua Ormas Wahdah Islamiyah, menyebut logika Umar Shihab keliru dan tak bisa dijadikan pijakan untuk membolehkan ajaran Syiah .
“Itu kan bisa jadi karena politik. Jadi tidak bisa dijadikan alasan, karena permasalahan Syiah adalah permasalah akidah dan pokok ajaran mereka yang menyimpang,” ujarnya.
TAhun 2011, di Teheran, Iran, Umar Shihab juga menegaskan pembelaaannya ke Mazhab Syiah.
Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, Ketua MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab Kamis (28/4) mengatakan, “Sunni dan Syiah bersaudara,sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat ini bersatu.”
Rombongan MUI terdiri dari ketua pusat, beberapa ketua harian dan ketua komisi, namun beberapa dari rombongan telah bertolak ke tanah air sehingga tidak sempat mengikuti pertemuan dengan para pelajar Indonesia tersebut.
“Dalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, diantaranya, atas nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama.
Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam. ” Jelas Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, DR. Khalid Walid.
Wahdah Islamiyah
Medio Jumat 13 Maret 2026 lalu, Ketua DPP Wahdah Islamiyah Dr KH Zaitun Rasmi mengungkap hal berbeda.
DIa menyatakan tak mengkafirkan Syiah sebagai sebuah ajaran besar dalam Islam.
"Saya tak mengkafirkan Syiah. Syiah itu jelas masih dari kaum Muslim. Adapun selama ini kami kritis, haya karena pada ajarannya yang menyimpang," ujarnya dalam dialog Nasional Peta Geopolitik Global Islam Konflik AS-Israel vs Iran dan implikasinya yang digelar ICMI Sulsel-UMI, MUI Sulsel dan Tribun Timur, pekan lalu.
Siapa Umar Shihab
Umar Shihab adalah putra pasangan ulama khas asal Sulsel, KH Abdurrahman Shihab dan Asma Aburisy.
Umar menempuh pendidikan dasar di Rappang, dan Makassar. lalu lanjut pendidikan menengah di Malang, Jawa Timur.
DIa merintis pendidikan di Jawa dan Mesir lalu diikuti dua adiknya, Muhammad Quraish Shihab,
* Alwi Shihab dan
* Ahmad Nizar Shihab.S. Mengga
tahun 1969, dia menikah dengan Syarifah Khadijah Aisyah S Mengga, putri Bupati Polmas Sayyid S Mengga (1926-2007).
KIni salah satu anaknya, Ari Ikkhtifar Shihab, menjadi anggota DPRD Sulbar.
UMar adalah kakak ipar dari dia mantan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI Salim S Mengga (1948-2026) dan Aladin S Mengga.
Pendidikan
* Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar(1966)
* Universitas Al-Azhar(1968)
* Universitas Hasanuddin(1988)